Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Labuan Bajo (Shutterstock.com)
Dream - Pemerintah resmi menetapkan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai projek percontohan penerapan sistem protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan yang terintegrasi. Sistem ini diharapkan dalam menunjang proses pemulihan sektor pariwisata, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi unggulan.
Setelah Labuan Bajo, sistem ini akan diterapkan ke destinasi lain yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru. Antara lain Danau Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.
Simulasi protokol digelar secara lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Ini bertujuan untuk memberi gambaran terkait penerapan keamanan dan keselamatan dalam rangka antisipasi kecelakaan dan bencana di destinasi wisata.
Selain itu, juga untuk memastikan perlengkapan serta sarana dan prasarana sudah terintegrasi dengan baik sehingga dapat beroperasi sesuai kebutuhan.
" Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita seharusnya melakukan re-strategi terhadap pariwisata Indonesia ke depannya, agar setelah pandemi ini justru pariwisata kita lebih baik lagi," ujar Menparekraf, Wishnutama Kusubandio.
Wishnutama mengatakan ada 23 kementerian/lembaga terlibat dalam pelaksanaan simulasi protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan di destinasi pariwisata. Protokol ini menjadi hal penting guna mempercepat pemulihan serta mewujudkan pariwisata yang jauh lebih berkualitas, aman, dan nyaman.
" Simulasi hari ini mengangkat tentang protokol keamananan COVID-19 di destinasi pariwisata prioritas melalui tiga skenario penting lainnya, yaitu penanganan bencana alam, serangan jantung, kecelakaan kapal, terbakar, dan tenggelam," kata Wishnutama.
Presiden Joko Widodo menjelaskan simulasi ini sudah dipersiapkan berbulan-bulan dengan sangat matang. Juga mendapat dukungan lintas kementerian dan lembaga.
" Simulasi ini dipersiapkan untuk bisa menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan wisatawan untuk hadir kembali di Labuan Bajo, dan di destinasi pariwisata lainnya," ujarnya.
Simulasi protokol kesehatan dijalankan sesuai dengan upaya pencegaha Covid-19. Di antaranya kebersihan dan aturan yang berlaku di hotel dan tempat menginap, pengecekan suhu tubuh, dan penanganan keadaan darurat.
Protokol keselamatan dan keamanan juga dilakukan sebagai penanggulangan jika terjadi bencana alam, kondisi sakit, dan juga kecelakaan kapal. Pelaksanaannya mengerahkan berbagai lembaga meliputi TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, BNPB, Polri, BASARNAS, serta BMKG.
Sumber: Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya