Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kereta Peluru Jepang (Foto: Pixabay.com)
Dream - Perusahaan kereta api Jepang mengeluarkan permintaan maaf resmi setelah salah satu kereta api meninggalkan stasiun 25 detik lebih awal.
Permintaan maaf Perusahaan West Japan Railway dilakukan setelah salah satu kereta cepatnya meninggalkan stasiun Notogawa di Jepang tengah pada pukul 7:11:35 pagi, bukan pada pukul 7.12 pagi, pada 11 Mei 2018 lalu.
Kondektur kereta api keliru memahami waktu keberangkatan dan menutup pintu kereta lebih cepat dari jadwal, menurut siaran pers perusahaan.
Keberangkatan awal tidak mempengaruhi jadwal perjalanan lain pada hari itu, tetapi menyebabkan satu orang ketinggalan kereta.
" Kami sangat merepotkan pelanggan kami, dan kami akan berusaha untuk mencegah hal ini terjadi lagi," kata JR West dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh surat kabar Asahi, seperti dilansir Bussines Insider, Senin 20 Mei 2018.
Jepang sangat menghargai ketepatan waktu. November lalu, manajemen di jalur Tokyo-area Tsukuba Express juga meminta maaf untuk kereta yang berangkat 20 detik lebih awal. Kereta itu telah berangkat pukul 9:43:40 pagi, bukan pada pukul 9.44 pagi.
Menurut Casey Baseel, seorang blogger Amerika Serikat yang tinggal di Jepang, ini tidak mengherankan: Banyak komuter di negara itu merencanakan perjalanan mereka sehingga mereka tiba di peron kereta seperti mobil-mobil yang sedang parkir.
Obsesi Jepang dengan ketepatan waktu telah mengambil langkah mematikan di masa lalu. Pada 2005 silam, kereta komuter tergelincir dan menewaskan lebih dari 100 orang termasuk pengemudi, karena terlambat 90 detik sehingga kecepatan kereta dipacu lebih kencang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya