Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Alamy Stock Photo)
Dream - Nasib malang dialami seorang bocah 4 tahun saat berada di Bandara Manchester Airport. Dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa papan iklan yang jatuh di Terminal 1, bandara tersebut.
Anak itu kemudian dirawat karena mengalami cedera di kepala dan pergelangan kakinya setelah insiden itu.
Saksi melaporkan, tiba-tiba terdengar bunyi dentuman keras di dalam bandara. Setelah bunyi itu, terlihat seorang anak yang sedang kesakitan dan kondisi berlumuran darah.
Tim medis pun segera dipanggil ke tempat kejadian. Seorang traveler yang berada di airport mengatakan: " Kami melihat seorang anak sedang ditandu. Dia bersama ibunya. Saya pikir dia-dia baik saja. Saya harap begitu."
Tak lama setelah kejadian, juru bicara Manchester Airport mengeluarkan pernyataan. Dia mengatakan: " Kami mengkonfirmasi bahwa seorang penumpang mengalami cedera di Terminal 1 pagi ini."
" Penumpang itu telah ditolong oleh staf dan paramedis kami, dan telah dibawa ke rumah sakit."
" Penyelidikan penuh atas insiden tersebut, sekarang akan berlangsung."
Saat ini anak yang menjadi korban insiden tersebut masih dalam perawatan di Rumah Sakit Wythenshawe.
(Sumber: Dailymail)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012