Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Beberapa tahun belakangan kita mungkin sering mendengar atau melihat teman dan keluarga yang terkena penyakit GERD. Secara umum penyakit ini banyak diterjemahkan sebagai kondisi di mana asam lambung berada dalam ambang yang terlampau tinggi hingga membuat penderitanya kesakitan.
Kalangan medis mendefinisikan penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux sebagai kondisi dimana Acid reflux terjadi ketika isi di perut naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini juga disebut regurgitasi asam atau gastroesophageal reflux.
Jika Sahabat Dream memiliki gejala refluks asam lebih dari dua kali seminggu, besar kemungkinan kamu mengalami penyakit GERD.
Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK) menjelaskan GERD memengaruhi sekitar 20 persen orang di Amerika Serikat. Jika tidak diobati, terkadang dapat menyebabkan komplikasi serius.
Beberapa orang mungkin lebih suka memulai dengan pengobatan rumahan untuk mengobati GERD. Sebagian lain meyakini Masalah GERD dapat dikurangi dengan mengubah gaya hidup, meski kebanyakan membutuhkan juga intervensi medis.
Mengutip dari Healthline, berikut beberapa makanan dan minuman yang banyak diyakini bisa menekan gejala GERD namun faktanya belum bisa dibuktikan secara ilmiah 100 persen.

Air liur sedikit bersifat basa, permen karet merangsangnya dengan mengunyah permen karet setelah makan dapat membantu menetralkan keasaman di mulut dan tenggorokan Anda.
Sementara studi di tahun 2005 memang menemukan beberapa manfaat dari pendekatan ini.

Jahe adalah pengobatan rumahan yang umum untuk masalah seperti mual dan asam lambung, tetapi masih belum jelas apakah jahe benar-benar dapat membantu mengatasi gejala mulas sesekali.
Padahal, di banyak penelitian, mulas adalah gejala terlalu banyak mengonsumsi jahe.

Karena alkalinitas alaminya, susu merupakan pengobatan rumahan lain yang sering disebut-sebut sebagai cara untuk meredakan gejala sakit maag.
Sayangnya, meskipun awalnya terasa menenangkan, lemak dan protein yang dikandungnya pada akhirnya dapat memperburuk gejala sakit maag setelah susu dicerna. Susu rendah lemak mungkin lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang.
(Sumber: Healthline)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran