7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Ilutrasi/Shutterstock)
Dream – Saat ini ada sekitar 40 juta orang dewasa Indonesia yang masuk dalam kategori obesitas. Semuanya memiliki risiko tinggi terkena berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, stroke, sampai kanker.
Penyebabnya? Pola makan yang salah.
Orang Indonesia selama ini mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang berlebih. Nasi, mi, dan roti seringkali dikonsumsi berturut-turut dalam satu hari bersama dengan makanan berlemak. Sementara konsumsi sayur dan buah sangat kurang.
Untuk mencegah atau mengurangi obesitas yang dapat menurunkan kualitas hidup, kita harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak jumlah protein dan serat dalam menu sehari-hari.

Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat mengonsumsi pangan protein lauk pauk dua hingga empat porsi sehari atau seperlima (20 persen) dari jumlah makanan yang dikonsumsi setiap kali makan.
Kita juga perlu menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Artinya tidak cukup mengubah pola makan, tapi juga pola aktivitas sehari-hari. Kehidupan modern telah membuat masyarakat malas bergerak dan ini semakin memicu obesitas.
Untuk mengatasinya lakukan olahraga secara rutin minimal tiga kali dalam seminggu dengan selama 30 menit sampai satu jam.
Terakhir kita harus membuang jauh-jauh kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan antara lain tidur larut, merokok, atau minum minuman beralkohol. Ganti dengan kebiasaan yang lebih sehat misalnya minum dua liter air putih dalam satu hari.
Agar tehindar dari obesitas dan penyakit degenerative seperti diabetes atau hipertensi, Sahabat Dream dapat mengonsumsi suplemen yang mendukung seperti Melabic. Terbuat dari 100 persen bahan-bahan alami, Melabic bekerja dengan mengendalikan kadar gula sekaligus menurunakan kadar kolesterol.
Melabic tidakmemiliki efek samping sehingga aman dikonsumsi baik oleh penderita diabetes maupun mereka yang ingin menjaga kesehatan. Info lebih lanjut klik di sini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?