Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pulau Langkawi (Shutterstock.com)
Dream - Pulau Langkawi, salah satu destinasi favorit di Malaysia, segera dibuka. Rencana ini digagas Pemerintah Malaysia untuk memulihkan sektor pariwisata sekaligus membangkitkan perekonomian.
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, menyatakan Pulau Langkawi akan dibuka kembali di bawah rencana travel bubble pada 16 September 2021. Untuk sementara, hanya wisatawan lokal yang dibolehkan berkunjung.
Sedangkan untuk destinasi lain akan dibuka kembali ketika tingkat vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 80 persen.
Malaysia sedang menghadapi lonjakan Covid-19 dengan kasus harian yang menanjak naik. Kondisi ini membuat Pemerintah setempat akan menerapkan kebijakan 'Sand Box', sistem yang dijalankan Thailand pada pembukaan kembali Phuket sebagai percontohan.Sistem 'Sand Box' membebaskan wisatawan untuk menikmati wisata di suatu destinasi hingga puas. Mereka dibebaskan dari karantina ketika datang ke destinasi yang menerapkan sistem tersebut namun dilarang keluar dari kawasan itu untuk berpindah tempat.
" Covid-19 akan diperlakukan sebagai endemi dan sudah waktunya bagi warga Malaysia untuk belajar hidup dengan virus tersebut," kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin.
Infeksi baru telah melonjak meskipun langkah-langkah penahanan sudah dijalankan, mencapai rekor 24.599 dalam satu hari akhir bulan lalu. Lonjakan tersebut mengubah Malaysia menjadi hot spot Covid-19 di Asia Tenggara.
© Pulau Langkawi (Shutterstock.com)
Namun, tingkat reproduksi efektif virus, atau R-naught, telah turun di bawah 1 secara nasional untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.
Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan lebih dari 84 persen populasi orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis. Sementara 64 persen telah sepenuhnya divaksin.
Berdasarkan data yang diproyeksikan, tingkat vaksinasi rata-rata di antara orang dewasa di setiap negara bagian diperkirakan akan mencapai 80 persen pada akhir September. Sedangkan pada akhir Oktober diproyeksikan mencapai 100 persen.
" Akhirnya kita harus hidup dengan Covid-19 seperti yang terjadi di seluruh dunia," ujar Khairy.
" Negara bagian Melaka akan memasuki fase kedua dan Negeri Sembilan ke tahap ketiga dari rencana pemulihan nasional mulai Sabtu setelah memenuhi ambang batas dalam mengurangi infeksi Covid-19," kata Ismail.
Keputusan itu dibuat oleh Dewan Keamanan Nasional, yang sekarang akan berganti nama menjadi Komite Khusus Manajemen Pandemi. Komite tersebut juga akan mencakup perwakilan dari partai-partai oposisi, dikutip dari Straits Times.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya