Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Jami' Al Anwar Bandar Lampung (Liputan6.com)
Dream - Provinsi Lampung menyimpan sejumlah tempat mengandung nilai sejarah tinggi. Salah satunya adalah Masjid Jami Al Anwar.
Masjid yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati Nomor 100 Kelurahan Kangkung, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung ini merupakan tempat ibadah umat Islam tertua. Masjid ini berdiri pada 1839 dan kini sudah berusia 180 tahun.
Masjid ini juga menjadi saksi bisu letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883. Letusan itu sempat membuat bangunan masjid rusak namun sudah diperbaiki.
Sejak berdiri hingga sekarang, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Meski begitu, ada beberapa bagian yang tetap dipertahankan seperti meriam peninggalan Belanda.

Salah satu pengurus masjid, Sumanta, mengatakan dulu meriam tersebut berfungsi sebagai penanda waktu berbuka puasa. Sebab, dulu tidak ada sirine.
" Kalau sekarang hanya dibuat pajangan," ujar Sumanta, dikutip dari Liputan6.com.
Meriam hanya satu di antara benda kuno di Masjid Jami Al Anwar yang masih dirawat hingga ini. Selain itu, ada cukup banyak kitab kuno peninggalan ulama zaman dulu.
" Kitab-kitab tersebut ada dalam beberapa bahasa seperti Arab, Belanda, Portugis, dan beberapa bahasa lain yang sekarang masing disimpan di perpustakaan masjid ini," kata dia.

Masjid ini tidak hanya digunakan untuk ibadah maupun menimba ilmu. Di zaman perang kemerdekaan Indonesia, masjid ini menjadi markas para pejuang di Lampung.
Selain itu, banyak peziarah dari luar Pulau Sumatera menjadikan masjid ini sebagai tempat singgah. Mereka kenap menginap di masjid ini ketika dalam perjalanan ziarah.
" Mungkin karena masjid ini masjid yang sudah ada lama, jadi orang-orang di Pulau Jawa yang suka berziarah turun temurun tahu masjid ini, jadi kalau sehabis berziarah, ya ke sini," kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Baca Juga: Daftar Destinasi Favorit Traveler Indonesia Kecantikan Mandalika Bikin Yunita Siregar Kesengsem Lepas Penat, Menikmati Segarnya Udara Hutan Pinus di Kediri Puaskan Diri Berselfie Ria di Destinasi Instagramable di Tangerang Liburan Seru Akhir Tahun di SnowBay Waterpark
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya