Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Kewajiban pemakaian masker setiap kali beraktivitas di luar ruangan membuat banyak orang berusaha membuat alat perlindungan sendiri. Biasanya, masker itu terbuat dari bahan katun.
Memakai masker memang salah satu upaya mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Dua langkah pencegahan lainnya yang dikampanyekan lewat program 3M adalah mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
Masker kain awalnya memang dianjurkan untuk dipakai di tengah menipisnya stok masker kesehatan. Namun pemerintah telah memberikan standar masker yang diyakini efektif mencegah partikel kecil dari virus Covid-19.
(Lihat: Videografis: Masker Kain Sesuai Standar SNI, Seperti Apa?)
Para peneliti di University of Cincinnati juga menilai masker yang menggunakan bahan sutra diyakini lebih baik untuk dijadikan perlindungan dari paparan Covid-19 dibandingkan katun.
Dilansir dari New York Post, masker berbahan sutra membuat pemakainya lebih leluasa bernapas dan menolak kelembapan. Masker sutra juga dapat melindungi pemakainya dari virus yang ada di udara. Sutra memiliki sifat anti mikroba, anti bakteri serta antivirus.
Menurut penelitian pada jurnal Plos One, masker ini juga memberikan perlindungan yang mirip dengan masker bedah.
Petugas kesehatan kerap memakai masker bedah untuk melapisi masker N95 agar bisa dipakai beberapa kali.
Penelitian yang dilakukan pada masker sutra dilakukan untuk menemukan alternatif masker bedah. Mereka juga menemukan kandungan tembaga pada masker sutra yang dapat membunuh baketeri dan virus yang terkontak.
Peneliti meneliti katun, polyester dan sutra untuk mengetahui efektivitas ketiga bahan tersebut untuk menahan air maupun tetesan atau droplet yang mengandung virus.
Mereka pun membuktikan bahwa sutra lebih baik untuk mencegah terserapnya kelembapan daripada bahan lainnya. Sedangkan katun menyerap kelembapan seperti spons.
Satin pun lebih cepat mengering dan ringan daripada katun. Gunakanlah beberapa lapis masker berbahan sutra untuk mendapatkan perlindungan ekstra pada virus.
(Sumber: New York Post)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya