Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Harus Jalani Pemeriksaan dengan Dokter Saat Pandemi? Lakukan Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 8 Oktober 2020 11:12
Harus Jalani Pemeriksaan dengan Dokter Saat Pandemi? Lakukan Hal Ini
Jika kondisi kesehatan membutuhkan penanganan medis segera, tak perlu menunda ke RS.

Dream - Rumah sakit (RS) tentunya jadi tujuan utama saat kita mengalami keluhan. Terutama jika terjadi masalah kesehatan serius, seperti kecelakaan, pendarahan atau memiliki penyakit yang mengharuskan pemeriksaan rutin.

Dalam situasi pandemi seperti sekarang, memeriksakan diri ke rumah sakit menimbulkan ketakutan tersendiri. Sebenarnya, jika kondisi kesehatan membutuhkan penanganan medis segera, tak perlu menunda ke RS.

Kita bisa tetap aman jika menjalani protokol kesehatan secara disiplin. Demi mengurangi risiko tertular Covid-19 di RS, Sahabat Dream bisa melakukan empat hal ini.

1. Buat perjanjian
Beberapa rumah sakit, sejak pandemi menerapkan layanan di poli hanya melalui perjanjian. Pasien daftar satu atau tiga hari sebelum dokter praktik, baru kemudian mendapat nomor dan jam untuk jadwal konsultasi. Hal ini untuk menghindari penumpukan pasien di dalam rumah sakit.

Cari RS atau klinik yang melayani konsultasi dengan perjanjian. Kita tak perlu menunggu lama atau mungkin bisa menunggu di mobil sampai giliran konsultasi. Cara ini bisa membuat kita mempersingkat waktu kunjungan di RS dan menurunkan risiko tertular Covid-19.

 

 

1 dari 5 halaman

2. Coba telemedicine

Untuk kasus yang tidak darurat, cobalah melakukan konsultasi online. Kini banyak RS membuat program telemedicine, coba hubungi melalui telepon untuk membuat perjanjian. Bisa juga menggunakan aplikasi konsultasi dengan dokter yang kini sudah banyak bermunculan.

Konsultasi Dokter Anak Secara Online, Perhatikan 4 Hal Ini

Awalnya memang agak kikuk, tapi berkonsultasi secara online ini bisa sedikit menenangkan. Bila dibutuhkan pemeriksaan/ tes langsung, dokter pasti akan memberi tahu.

 

2 dari 5 halaman

3. Disiplin 3 M

Dokter mengharuskan pemeriksaan langsung, jalani tes di laboratorium atau CT scan? Mau tak mau kita harus ke rumah sakit dan pastikan jalani protokol kesehatan dengan ketat. RS adalah tempat yang sangat berisiko tinggi, jika ada stok masker medis, sebaiknya gunakan masker medis. Bila pakai masker kain, pastikan di dalamnya terdiri dari tiga lapis perlindungan.

Masker medis

Bisa juga menggunakan face shiel untuk perlindungan optimal. Ingat, walaupun sudah pakai face shield, masker wajib dipakai. Bawa hand sanitizer sendiri, yang bisa digunakan setiap saat. Terutama setelah memegang benda di dalam RS. Terakhir, selalu disiplin menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain.

 

3 dari 5 halaman

4. Non tunai

Untuk membayar tindakan, pengobatan, konsultasi selalu pilih non tunai atau cashless. Ini akan mengurangi risiko menyentuh uang yang belum tentu steril dan bebas dari virus. Jadi, lebih baik membawa kartu debit atau credit card untuk membayar tagihan rumah sakit daripada menggunakan uang cash.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Seberapa Efektif Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Covid-19? Yuk Simak

Dream - Salah satu protokol kesehatan yang selalu digaungkan demi mencegah penularan Covid-19 saat berada di ruang publik adalah selalu menjaga jarak atau social distancing. Jarak yang dianjurkan antara 1 hingga 2 meter.

Social distancing harus dilakukan bersamaan dengan mengenakan masker dan mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Mungkin Sahabat Dream bertanya-tanya, seberapa efektifkah jaga jarak mencegah penularan Covid-19?

Seberapa Efektif Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Covid-19? Yuk Simak

Penting diketahui kalau Covid-19 menyebar terutama di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama. Penyebaran terjadi ketika orang yang terinfeksi virus tersebut batuk, bersin, atau berbicara.

Percikan (droplet) baik dari mulut atau hidung terbang ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya. Tetesan juga bisa dihirup ke paru-paru. Dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala kemungkinan besar juga berperan dalam penyebaran COVID-19.

 

 

5 dari 5 halaman

Hal itu membuat orang terinfeksi dan tak ada keluhan dapat menyebarkan virus sebelum mereka tahu bahwa mereka sakit. Untuk itu sangat penting untuk menjaga jarak setidaknya 1,5 meter.

Jaga jarak juga harus diterapkan pada orang yang dikenal dekat dan tampak sehat. Pasalnya, kita tak bisa mengetahui kondisi orang positif Covid-19 secara kasat mata. Pencegahan adalah yang utama.

Jarak sosial juga membantu meminimalisir risiko untuk bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dan orang yang terinfeksi di luar rumah. Paling aman, hindari kerumunan atau tempat ramai.

Bila terpaksa ke area yang ramai, usahakan untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain setiap saat, dan kenakan masker. Masker sangat penting pada saat jarak fisik sulit dilakukan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID-19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar