Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Merebus telur hingga matang sempurna mungkin terdengar mudah. Tetapi ketika memakannya, akan ketahuan bahwa rasa dan tekstur rebusan telur tiap orang ternyata berbeda.
Hasilnya bisa berbeda karena banyak yang tidak memperhatikan berbagai faktor untuk mendapatkan rebusan telur yang sempurna.
Tapi jangan khawatir, ada seorang pakar fisika kuantum bernama Milosz Panfil yang akan membantu kita.
Masalah merebus telur harus minta bantuan pakar? Ya, karena untuk mendapatkan rebusan telur sempurna ada beberapa aspek yang harus diperhatikan.
Untuk itu, Panfil telah menciptakan sebuah kalkulator khusus untuk mendapatkan rebusan telur sempurna.
Kalkulator ini mencakup semua teori dasar merebus telur, bahkan sampai ke ketinggiannya segala.
Menurut Panfil, ada beberapa variabel yang harus diperhatikan. Mulai dari ukuran telur; suhu telur sebelum diturunkan ke dalam air; dan ketinggian tempat kita memasak telur.
© (Ilustrasi: Shutterstock)
Panfil mengatakan telur itu sendiri sebenarnya sudah menjadi masalah yang kompleks. Bagian kuning dan putih di dalamnya memiliki lemak dan protein yang berbeda. Keduanya harus dimasak pada tingkat yang berbeda.
Putih telur membutuhkan lebih sedikit panas untuk matang daripada kuning telur. Itulah mengapa kita bisa memasak telur setengah matang dengan bagian putih padat namun bagian kuning tetap lembut.
Selain itu, telur berukuran kecil butuh waktu lebih sedikit untuk matang. Sementara telur yang baru keluar dari kulkas membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Namun sebagian besar orang tidak akan menyangka bahwa ketinggian saat memasak telur juga berpengaruh pada hasil akhir.
Badan Pengawas Keamanan Makanan Amerika Serikat bahkan punya panduan informasi tentang pentingnya posisi saat kita memasak telur ini.
Menurut Panfil, tekanan atmosfer akan menurun pada ketinggian tertentu yang menyebabkan udara menipis sehingga titik didih air menjadi lebih rendah.
Ini karena cairan mendidih ketika tekanan uap internalnya sama dengan tekanan atmosfer.
Jika tekanan atmosfer lebih rendah, demikian pula titik didihnya. Sehingga telur akan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang di ketinggian tertentu.
Inilah mengapa kita tidak bisa merebus telur di Everest, karena titik didih air terlalu rendah yaitu 70 derajat Celcius.
Begitu juga mengapa ketika kita di luar angkasa tanpa pakaian astronot, darah dan cairan dalam tubuh langsung mendidih.
© Dream
Setelah mengetahui kompleksnya sebutir telur dan hubungannya dengan titik didih dan tekanan atmosfer, kini saatnya menggunakan kalkulator untuk menghasilkan telur matang yang sempurna.
Kalkulator buatan Panfil ini didasarkan pada rumus telur matang sempurna yang diciptakan oleh Charles DH Williams di Universitas Exeter.
Begini kalkulatornya: t = m * K * log(ywr * (Tegg - Twater)/(T - Twater))
Di mana t berarti waktu, m adalah massa, K adalah konduktivitas termal dari telur, T adalah suhu antara putih dan kuning telur, Tegg adalah suhu telur, Twater adalah suhu air dan ywr adalah rasio kuning telur.
Kalkulator Panfil bergantung pada bagaimana menjaga suhu tetap konsisten, yang mungkin sulit dilakukan di atas kompor.
Kalkulator ini mengatur suhu maksimum antara putih dan kuning telur untuk mendapatkan telur setengah matang dan matang sempurna.
Menurut kalkulator Panfil, suhu ideal saat memasak telur setengah matang adalah 65 derajat Celcius. Sedangkan suhu ideal untuk telur matang sempurna adalah 77 derajat Celcius.
Bagaimana? Tertarik mencoba memasak telur menggunakan kalkulator ini? Sepertinya rumit ya kalau dipikir-pikir.
(Sumber: sciencealert.com)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan