Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jembatan Merah (Foto: Begajol.com)
Surabaya merupakan kota yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan Indonesia ketika melawan tentara Inggris pada 10 November 1945 silam.
Dream - Hari ini, tepatnya tanggal 10 November, diperingati sebagai Hari Pahlawan. Bicara soal Hari Pahlawan, maka menarik rasanya untuk membahas Kota Surabaya.
Sebab, Surabaya merupakan kota yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan Indonesia ketika melawan tentara Inggris pada 10 November 1945 silam. Kalau kamu bertandang ke Surabaya saat ini pun, suasana perjuangan dan patriotisme pun masih begitu kentara.
Terlebih jika kamu menyambangi beberapa tempat bersejarah berikut ini. Apa saja tempatnya? Simak yuk ulasannya!
1. Tugu Pahlawan
Terletak di Jalan Tembaan, depan kantor gubernur, Tugu Pahlawan dibangun untuk mengenang dan menghormati para prajurit Surabaya yang tewas dalam pertempuran besar 10 November. Tugu ini dibangun dengan bentuk paku terbalik dan memiliki ketinggian 40,45 meter serta berdiameter 3,10 meter.
Bagian bawahnya berdiameter 1,30 meter dan dihiasi dengan "Trisula" bergambar, "Cakra", serta "Padma" yang merupakan simbol api perjuangan.

(Sumber: club.iyaa.com)
2. Jembatan Merah
Jembatan Merah menjadi saksi pertempuran antara pemuda Surabaya dengan pasukan Brigjen Mallaby yang berakhir dengan kematian Birgjen Mallaby.
Dulunya, jembatan tersebut hanya menggunakan pagar kayu sebagai pembatas. Tapi sekarang, sudah menggunakan pagar besi. Warna merah pada pagar pembatas digunakan untuk mengenang pertumpahan darah yang pernah terjadi.

(Sumber: panduanwisata.id)
3. Gedung Pertamina
Gedung Pertamina terletak tak jauh dari Jembatan Merah, tepatnya di jalan Niaga. Gedung ini dibangun pada 25 Oktober 1945 lalu diduduki oleh pasukan sekutu di bawah pimpinan Kolonel Pugh.
Di gedung tersebut, ia mengajari cara merampas senjata perang warga Surabaya. Sehingga, menimbulkan pertempuran yang menewaskan Brigjen Mallaby di sekitar Jembatan Merah.

(Sumber: pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com)
4. Monumen Jenderal Soedirman
Monumen Jenderal Soedirman yang berada di Yos Sudarso berdiri sejak 10 November 1970 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto untuk memperingati Hari Pahlawan. Monumen tersebut menampilkan patung Jenderal Soedirman dengan seragam PETA, sepatu boot, dan sebilah pedang di pinggang sebelah kiri.
Di bawah patung terdapat kubus dan di sisi-sisinya terpampang kata-kata Jenderal Soedirman yang sering dilontarkan selama revolusi fisik berlangsung. Jasa Soedirman yang terbesar adalah beliau berhasil memukul mundur tentara Inggris ke Semarang. Peristiwa ini disebut Palagan Ambarawa dan berlangsung dari 12 sampai 15 Desember 1945. Usai peristiwa bersejarah itu, Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

(Sumber: pegipegi.com)
(Berbagai sumber)