4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kerajinan Kayu Baguio (Istimewa)
Dream - Filipina memang layak menjadi destinasi wisata favorit dunia. Negara berbentuk kepulauan ini punya bentang alam indah dipadu budaya yang eksotis.
Filipina menjadi rumah dari banyak karya seni membanggakan sekelas dunia. Sebagian besar adalah buatan tangan para pengrajin dan seniman, dengan ketrampilan serta alat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menteri Pariwisata Filipina, Berna Romulo-Puyat, menyatakan industri souvenir menjadi salah satu inti bagi pariwisata dan ekonomi kreatif. Pihaknya bersama Departemen Perdagangan dan Industri memberikan dukungan untuk pengembangan dan perluasan pasar industri souvenir guna menjangkau pelanggan lebih luas lagi.
" Dengan menampilkan produk lokal, kami dapat mendukung mata pencaharian masyarakat serta membantu melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang," ujar Berna.
Ada banyak souvenir indah dengan unsur budaya sangat kental dihasilkan para pengrajin dan seniman Filipina. Tentu, ini menjadi daya tawar tersendiri karena sifatnya yang otentik.
© Kerajinan Kayu Baguio (Istimewa)
Kerajinan ini merupakan produk khas dataran tinggi Cordillera, berupa benda-benda esensial untuk kebutuhan di rumah atau di ladang. Pasar umum Baguio dan kios pinggir jalan menawarkan banyak pilihan barang-barang kayu ukiran tangan seperti ‘barrel man', atau patung prajurit dan hewan seperti elang yang bisa untuk pajangan.
Inabel dari Ilocos

Kain tenun sudah menjadi bagian dari kehidupan kaum ibu di Ilocano. The Hardy Inabel atau Abel Iloco, adalah kain yang lembut, simpel, lentur dengan berbagai pola dan desain unik yang dapat ditenun menjadi cukup besar untuk selimut, taplak meja, maupun bahan pakaian.
Beberapa barang dari Inabel yang tersedia di toko-toko souvenir seperti di Vigan, Ilocos Sur. Dapat pula ditemukan secara daring seperti tea towel, selimut, syal, tas, bahkan pakaian pesanan dari desainer muda yang tertarik menggunakan produk yang dibuat secara berkelanjutan ini.
© Guci dari Vigan (Istimewa)
Burnay adalah kata Ilocano untuk pot tanah liat yang digunakan oleh orang Filipina sebelum kedatangan Spanyol. Tembikar ini digunakan oleh orang Filipina awal sebagai wadah air karena dapat membuat air tetap dingin.
Pot tanah liat tersebut juga bermanfaat sebagai wadah untuk garam dan beras, atau untuk cuka, pasta ikan yang difermentasi.
Di Vigan, seseorang dapat mengunjungi toko tembikar dan mempelajari bagaimana Burnay dibuat menggunakan kekuatan carabao untuk mencampur lumpur. Kamu juga dapat membeli guci yang tebal dan kuat ini untuk digunakan sebagai hiasan atau pemanis kebun di rumah.
Toko Mutiara Laut Selatan Manila

Banyak toko perhiasan kelas atas yang terletak di mal menjual berbagai macam mutiara dan permata lainnya. Namun, bagi mereka yang masih gemar untuk tawar-menawar saat berbelanja perhiasan dan aksesoris bisa mengunjungi The Bazaar of Manila.
Di tempat ini, berbagai macam South Sea Pearls (Permata South Sea) dari Palawan dan beberapa kerajinan khas Mindanao dijual di kios-kios bersampingan dengan aksesoris ponsel dan sepatu karet. Kamu dapat menemukan berbagai macam koleksi kalung bercahaya dan anting-anting mungil dengan tetap menawar harga terbaik.
© Kopi Barako dari Batangan (Istimewa)
Barako dalam Bahasa Tagalog berarti 'kuat', merupakan deskripsi tepat untuk minuman kopi yang tumbuh khususnya di Batangas dan beberapa daerah bagian di Cavite. Para petani bangga dengan tanaman kopi yang telah dibudidayakan di wilayah mereka sejak 1800-an.
Pakar kopi menggambarkan kopi Barako memiliki aroma kayu dan berasap dengan sedikit rasa manis dari aroma bunga dan buahnya. Rasa yang kuat dan intens dari biji Liberica telah menjadi menu favorit kedai kopi lokal dan bahkan beberapa mengemasnya menjadi cake dan kue kering yang lezat.
Cokelat Malagos Davao
Davao dinobatkan sebagai Ibukota Cokelat dan seluruh wilayahnya ditetapkan sebagai Ibukota Kakao Filipina. Salah satu merek ternama di industri di kawasan ini adalah Malagos Chocolates.

Merek tersebut telah meraih penghargaan atas penggunaan biji berkualitas tinggi dari sumber yang berkelanjutan dalam perjalanan " dari pohon hingga menjadi sebatang coklat" . Penghargaan terbarunya dianugerahkan untuk produk 100% Cokelat Premium Tanpa Pemanis yang memenangkan empat Emas dan satu Perunggu di Kompetisi Minum Cokelat Dunia 2020 yang diselenggarakan oleh International Chocolate Awards.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
