Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Pertumbuhan pariwisata yang signifikan di tahun 2016 menempatkan Vietnam sebagai negara ketujuh di dunia dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia versi UNWTO (World Tourism Organization). Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengingatkan bahwa sekarang pesaing Indonesia bukan lagi Malaysia, Singapura atau Thailand yang pertumbuhan pariwisatanya di bawah 5%.
Saingan pariwisata Indonesia sekarang adalah Vietnam yang menjadi " investor darling" . Pertumbuhan pariwisata Vietnam tahun 2016 naik 24,6% dibanding tahun 2015. Bahkan, jumlah kunjungan wismannya per Juli 2017 naik lebih dari 30% dibanding periode yang sama pada 2016 (year on year). Berdasarkan laporan The Telegraph.co.uk, hanya Vietnam dan Indonesia yang mewakili ASEAN, yang masuk dalam kategori Top-20 Fastest Growing Travel Destinations In The World.
" Kini, muncul satu lagi pesaing yang harus diwaspadai kalau kita tidak mau disalip di tikungan... Vietnam!" ujar Menpar Arief, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 26 Juli 2017.
Menurut Menpar, faktor penting yang menjadi kunci sukses pariwisata Vietnam adalah deregulasi. Pertumbuhan pariwisata Vietnam yang signifikan di tahun 2016, terjadi lantaran mereka melakukan deregulasi ulang sektor pariwisatanya mengacu pada praktik-praktik terbaik. Karenanya banyak investor yang tertarik berinvestasi di Vietnam.
" Sebaliknya di Indonesia, pariwisata kita masih tersandung oleh regulasi yang di berbagai aspek menimbulkan inefisiensi. Regulasi yang tidak efektif membuat bangsa ini susah bersaing. Kita menjadi sangat lambat seperti siput. Terlalu banyak regulasi yang mengikat dan menjerat diri kita sendiri. Hal ini ditunjukan dengan peringkat pilar Business Environment dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia berada dalam rangking 63," terangnya.
Vietnam juga melakukan pemberlakuan E-Visa yang mana menjadi salah satu faktor penting melonjaknya jumlah wisman mereka. " Kita bahkan sudah melakukan lebih dulu, pemberlakuan bebas visa kunjungan terbukti memang meningkatkan kurang lebih 20% kunjungan wisman," kata Arief Yahya.
Faktor yang lain, menurut laporan Majalah Forbes, Vietnam disebutkan sebagai salah satu destinasi pariwisata yang paling murah dalam hal biaya transportasi, akomodasi, dan makanan. " Namun, dalam hal ini, menurut TTCI kita masih lebih unggul dari Vietnam. Price competitiveness Indonesia berada di peringkat ke 5 sementara Vietnam di peringkat 35," ujar Menpar Arief.
Kemudian, harus diakui, suksesnya film " Kong Skull Island" nampaknya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pariwisata Vietnam. " Harus diakui, eksposur melalui film, apalagi film Hollywood, sangat dahsyat dampaknya. Ingat, bagaimana New Zealand mendapat berkah dari trilogi film 'Lord of the Ring' atau Irlandia Utara moncer berkat serial 'Game of Throne'. Semua itu berkat insentif dan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah mereka dalam produksi film," katanya.
Diungkapkan Menpar, belajar dari apa yang telah dilakukan Vietnam tersebut, maka deregulasi adalah resep yang paling " cespleng" untuk membuat pariwisata semakin maju. Karena itu, Indonesia harus terus membenahi dan merevisi aturan-aturan yang membelenggu dan menghambat.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis