Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Earth Story / Amateriadotempo.blogspot.com / Metro)
Dream - Di sekitar Pegunungan Freita, Portugal, terdapat sebuah batu dengan kemampuan unik. Fenomena ini disebut dengan Pedras Parideiras, dimana batu bisa " melahirkan" bebatuan kecil dalam periode tertentu.
Induk batu ini memiliki bebatuan kecil yang terbuat dari mineral yang sama, yakni granit. Namun batuan tersebut memiliki lapisan luar dari biotite yang dapat menyerap air ketika hujan.
Ketika batu membeku akibat musim dingin, air di dalamnya akan melebar ke seluruh bagian batu. Lama kelamaan, anak-anak batu ini pun terlepas dari induknya karena tidak sanggup menempel lagi. Tanggalnya batu akan meninggalkan noda hitam pada permukaan induk.

(Sumber Foto: Cláudio Franco/Flickr)
Proses ini terjadi dalam kurun waktu yang lama. Dibutuhkan ratusan kali musim dingin agar batuan bisa terlepas dari induknya.
Bagi masyarakat sekitar, batu tersebut melambangkan kesuburan. Mereka percaya bahwa wanita yang ingin hamil dapat meningkatkan kesuburan mereka dengan meletakkan anak batu yang sudah lepas di bawah bantal mereka.
Induk batu tersebut kini menjadi bagian dari Arouca Geopark dan telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai sumber geologis yang penting. Sayangnya, masih banyak pengunjung yang berupaya memungut anak batuan dari situs tersebut.

(Sumber Foto: Earth Story / amateriadotempo.blogspot.com / Metro)
(Sumber: amusingplanet.com/Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya