Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wadi Al-Hitan, Mesir (Sumber: Http://www.amusingplanet.com/)
Dream - Mesir telah meluncurkan museum fosil pertama di Timur Tengah. Terletak di lembah padang pasir Wadi al-Hitan dan berada di 150 kilometer barat daya dari Kairo.
Di kompleks museum ini para pengunjung dapat menyaksikan bentuk awal paus yang kini telah punah. Selain itu, terdapat pula pasir berwarna, kubah fosil dan museum perubahan iklim yang telah dibangun dengan dana hibah sebesar 2 miliar euro dari Italia.
Menurut Duta Besar Italia, Maurizio Massari, daya tarik utama dari museum ini adalah kerangka berbentuk kaki ikan paus dengan panjang 20 meter. Pengunjung dapat menyaksikan paus modern berevolusi dari mamalia darat dan kemudian berubah menjadi makhluk air.
Museum Paus ini juga merupakan rumah bagi perkakas prasejarah yang digunakan manusia purba.
Lalu, muncul sebuah pertanyaan, bagaimana bisa fosil paus berakhir di tengah gurun terpanas?
Ternyata, hal ini terjadi karena lembah tersebut telah tenggelam dalam air sekitar 40-50 juta tahun yang lalu. Jatuh ke Laut Tethys yang jauhnya mencapai Mediterania Selatan.
Wadi al-Hitan atau 'Lembah Paus' berisi koleksi berharga fosil dan tulang sub-ordo yang sekarang telah punah. Lalu ada juga ikan paus yang disebut Archaeocetes.
Fosil ini menjelaskan salah satu misteri terbesar evolusi Paus, bagaimana paus yang pada kehidupan sebelumnya merupakan hewan darat dapat berevolusi menjadi mamalia laut.
Fosil-fosil di Wadi al-Hitan membawa memori ke masa 50 juta tahun yang lalu. Serta menunjukkan Archaeocetes termuda sebagai tahapan evolusi terakhir binatang darat yang kemudian hidup di lautan.
Mereka sudah menampilkan bentuk khas tubuh paus modern. Namun tetap mempertahankan aspek-aspek tertentu seperti struktur primitif pada bagian tengkorak dan gigi, serta kaki belakangnya.
Banyak kerangka Paus berada dalam kondisi baik karena mereka terpelihara dalam formasi batuan. Museum ini sendiri dibuka sebagai bagian dari upaya pemerintah Mesir untuk menarik perhatian wisatawan demi mendorong peningkatan pariwisata yang lesu akibat serangan militan baru-baru ini.


(Sumber: Amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya