Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Kelamaan Pakai Earphone, Telinga Bocah 10 Tahun Dipenuhi Jamur

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 14 Mei 2020 16:12
Kelamaan Pakai Earphone, Telinga Bocah 10 Tahun Dipenuhi Jamur
Penggunaan earphone dalam jangka waktu lama bisa berakibat buruk.

Dream - Pandemi Covid-19 saat ini memaksa banyak orang menghabiskan waktu di rumah. Tentu hal itu dapat memicu kebosanan. Banyak orang melakukan beragam cara untuk mengusir rasa bosan. Salah satunya dengan mendengarkan musik melalui earphone.

Namun terlalu sering menggunakan earphone ternyata dapat merusak telinga. Seperti kejadian yang dialami bocah 10 tahun ini.

Dilansir dari Oddity Central, baru-baru ini media lokal di China melaporkan kasus aneh dari bocah laki-laki berusia 10 tahun. Bocah tersebut memiliki jamur hitam yang menumpuk di saluran telinganya diduga akibat terlalu lama menggunakan earphone.

Laporan tersebut datang dari rumah sakit ibu dan anak Shunyi di Beijing, China. Awalnya bocah malang itu datang dengan ibunya ke rumah sakit sambil mengeluhkan rasa sakit di telingnya.

Dia mengaku telinganya seperti tersumbat. Setelah diperiksa oleh dokter, bocah tersebut didiagnosis menderita mikosis atau jamur di saluran telinga.

 

1 dari 5 halaman

Kebiasaan Korek Telinga

Menurut informasi, banyak hal yang dapat menyebabkan mikosis namun pada kasus bocah tersebut, dokter mengatakan infeksi disebabkan adanya kombinasi dari berbagai faktor.

Bocah lelaki itu memiliki kebiasaan mengorek telinganya dan dilakukan secara rutin. Tanpa sadar ia telah merusak jaringan sensitif pada telinga. Selain itu, dia diketahui kerap menggunakan earphone dalam jangka waktu lama.

Penggunaan earphone yang terlalu lama dapat mencegah saluran telinga berfungsi sebagai ventilasi alami dan membuatnya menjadi lebih lembap.

 

2 dari 5 halaman

Earphone Bikin Telinga Lembap

Wu Yuhua dari Department of Otolaryngology Head and Neck Surgery di rumah sakit ibu dan anak Shunyi, mengatakan peningkatan kelembapan dan suhu adalah efek samping dari pemakaian earphone terlalu lama. Kondisi tersebut sangat baik bagi perkembangan jamur.

Selain itu, kebiasaan mengorek telinga juga sangat berpengaruh dalam pengembangan jamur yang dapat merusak mukosa lokal.

Saat ini, bocah malang yang tak disebutkan namanya tersebut sedang menjalani perawatan dan akan segera pulih dalam hitungan minggu. Dokter pun memperingatkan jika infeksi jamur tidak segera diobati akan berujung pada gangguan pendengaran.

3 dari 5 halaman

Oplas Mata Biar Tak Sipit Gagal, Wanita Ini Terpaksa Tidur Pakai Selotip

Dream - Seorang wanita asal China mengaku harus menggunakan selotip untuk membantunya tidur setelah mengalami kegagalan operasi kelopak mata. Kegagalan tersebut membuatnya tidak dapat sepenuhnya menutup mata.

Wanita yang hanya dipanggil dengan sebutan Mia itu menghabiskan 20.000 yuan, sekitar Rp40 juta, untuk operasi kelopak mata di Rumah Sakit Plastik Jimei di Zhengzhou, Provinsi Henan pada September 2018 lalu.

Prosedur operasi plastik ini secara artifisial menciptakan gaya lipatan pada kelopak mata atas (double eye-lit) dan menjadi sangat populer di kalangan wanita China. Double eye-lit merupakan salah satu standar kecantikan wanita China.

Sayangnya dalam kasus Mia, prosedurnya tidak berjalan sesuai harapan. Sehingga dia harus melakukan operasi plastik untuk kedua kalinya.

4 dari 5 halaman

Kelopak Mata Rusak

Prosedur operasi plastik yang kedua malah membuat kelopak mata Mia lebih parah dari sebelumnya. Wanita tersebut sangat terkejut ketika menyadari tidak bisa lagi menutup kedua mata sepenuhnya.

" Mata saya tidak pernah sehat operasi yang kedua, saya tidak bisa menutup mata dengan benar," jelas Mia dalam video viralnya di media sosial.

" Mata saya juga berkaca-kaca pada hari-hari berangin," lanjut dia.

Mia mengaku telah menggunakan selotip selama lebih dari setahun untuk membantunya menutup mata. " Saya tidak bisa menutup mata jika tidak menggunakan selotip," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

RS Lepas Tangan

Wanita itu telah mengunjungi Rumah Sakit Plastik Jimei berulang kali dan mengeluh tentang operasi kelopak mata. Dalam video yang dibuatnya, dia bahkan mengamuk karena pihak rumah sakit seakan lepas tangan terkait malpraktik yang dialaminya.

Mia mengatakan dia diberi 2 pilihan. Pertama untuk melakukan operasi perbaikan atau uang 5.000 yuan (sekitar Rp10 juta) sebagai kompensasi.

Tetapi menerima salah satu pilihan tersebut diikuti dengan penandatanganan surat pernyataan yang membebaskan rumah sakit dari semua tanggung jawab di masa depan yang berkaitan dengan dirinya.

Sumber: Oddity Central

Beri Komentar