Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Colt Diesel (Foto: Instagram @mitsubishifuso.id)
Dream - Kondisi pasar otomotif Tanah Air kurang bergairah pada 2019. Penjualan mengalami penurunan dari seluruh segmen, baik kendaraan penumpang maupun niaga.
Meski begitu Mitsubishi Fuso tetap digdaya menguasai market share sebesar 44,2% atau setara dengan 41.736 unit. Penyumbang penjualan terbesar mereka masih dari si kepala kuning, Colt Diesel.
" Pasar otomotif dunia mengalami masa sulit di tahun lalu. Begitu juga di Indonesia, kondisinya dipengaruhi pasar global," kata Atsushi Kurita, President Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)--distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

Penjualan terbesar Fuso disumbang dari segmen light duty truck yaitu Colt Diesel sebanyak 36.575 unit dengan market share 55,4%.
Kepala kuning berhasil menjadi market leader di segmen light duty truck dengan komposisi lebih dari setengah jumlah penjualan keseluruhan.
Sementara itu, untuk model Fuso dan Fighter terjual 5.161 unit dengan market share di segmen Medium Duty Truck sebesar 23,4%. Varian Fighter yang meluncur di tahun 2019 lalu berhasil terjual sebanyak 1.581 unit. Selanjutnya untuk Fuso series terjual 3.580 unit dalam setahun.

Kehadiran Fighter bisa memenuhi kebutuhan bisnis di berbagai sektor mulai dari logistik, infrastruktur, hingga agrikultur. Fighter berkontribusi terhadap peningkatan market share segmen MDT cukup signifikan di tahun lalu.
" Tahun ini KTB memprediksi pasar kendaaraan bermotor akan tumbuh sekitar 7%. Jadi untuk target penjualan 2020 di angka 46.900 dengan rinciana Colt Diesel 40.000 unit, target Fuso dan Fighter 6.500 unit," tutur Kurita.
Diketahui total penjualan sepanjang 2019 secara keseluruhan dari segmen kendaraan niaga sebesar 94.323 unit. Jumlah tersebut menurun 19% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 116.421 unit.
Dream - Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di Ice BSD, Tangerang, Banten menjadi tempat pas bagi para produsen memperkenalkan produknya ke pasar Indonesia.
Salah satunya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Indonesia yang baru saja meluncurkan produk terbarunya dengan varian " petarung" atau fighter.

" Mitsubishi Fuso menyediakan enam varian baru Fighter, tidak hanya untuk menyesuaikan pertumbuhan infrastruktur, tetapi juga untuk pembangunan Indonesia di segala sektor," ujar President Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Atsushi Kurita, Kamis 18 Juli 2019.
Ia berujar, ke enam varian Fuso Fighter itu yakni FM 65FM (4x2), FM 65 FM Higear (4x2), FM 65FSL (4x2), FM 65 FSL Higear (4x2), FN 61 FL (6x2), FN 62FL HD (6x4).
Menurutnya, ke enam varian tersebut memiliki panjang hingga super panjang dengan chassis cab to end 6.6m hingga 9.8m, serta wheel base 5m hingga 7.1m. Artinya, Fuso Fighter ini dapat mengangkut muatan lebih banyak.
© Mitsubishi Fuso Fighter © Muhammad Ilman Nafi'an/Dream
Untuk menunjang kenyamanan pengemudi, Fuso Fighter ini dilengkapi dengan ruang kabin lebih besar, kemudian memiliki desain aerodinamis, air suspensien seat yang berfungsi untuk mengurangi kebisingan dan getaran.
Lebih lanjut, kata Kurita, pada periode Januari-Juni 2019, Fuso mencatat penjualan sebesar 43.7 persen. Ia mengklaim, penjualan Mitshubishi Fuso tidak pernah terkalahkan oleh pesaingnya selama 49 tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya