Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kadar antibodi dalam darah pasien virus korona turun dengan cepat setelah tubuh membersihkan virus. Hal ini menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan di mBio, jurnal akses terbuka dari American Society for Microbiology.
Fakta tersebut membuat prosedur terapi plasma konvalesen yang selama dipercaya bisa membantu pasien kesembuhan Covid-19, tampaknya harus ditinjau ulang. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan plasma darah pasien Covid019 yang telah sembuh.
Berdasarkan pedoman saat ini, pasien tidak dapat mendonorkan darah hingga 14 hari setelah gejala teratasi, dan sebagian besar donor darah dilakukan bahkan setelahnya.

“ Kami tidak ingin ada mentransfusi virus, cukup transfusi antibodi. Tetapi pada saat yang sama, penelitian kami menunjukkan bahwa kapasitas plasma untuk menetralkan partikel virus menurun selama minggu-minggu pertama itu," Andres Finzi, salah satu penulis studi dan ahli mikrobiologi di Universitas Montreal di Kanada, dikutip dari WebMD.
Tim peneliti menganalisis sampel darah dari 31 orang yang pulih dari Covid-19 dan mengukur antibodi pada interval satu bulan. Secara keseluruhan, imunoglobulin yang menetralkan virus turun sekitar enam hingga 10 minggu setelah gejala dimulai. Kemampuan antibodi untuk menetralkan virus juga menurun selama waktu tersebut.

Dalam studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa antibodi mencapai puncaknya sekitar dua hingga tiga minggu setelah gejala mulai dan turun setelah itu. Finzi dan koleganya juga menemukan bahwa kemampuan untuk menetralkan virus menurun setelah itu - sekitar tiga hingga enam minggu setelah gejala dimulai.
Antibodi memblokir protein " lonjakan" pada SARS-CoV-2 yang memungkinkan virus menyerang sel di dalam tubuh. Antibodi tersebut menetralkan virus Covid-19 dengan mencegahnya mengunci ke dalam sel inang dan bereplikasi.
Para ilmuwan tidak yakin apakah fungsi penetral mendorong kemanjuran penggunaan plasma pada pemulihan pasien Covid-19. Jika demikian, pasien yang pulih harus diizinkan untuk menyumbang sesegera mungkin.
“ Upaya harus dilakukan untuk memastikan bahwa plasma yang sembuh dikumpulkan sesegera mungkin setelah donor pulih dari infeksi aktif,” tulis Finzi dalam penelitiannya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Penggunaan masker kain sangat dianjurkan bagi masyarakat umum yang masih beraktivitas di luar rumah. Hal ini karena masker medis diperuntukkan bagi tim tenaga kesehatan yang berisiko lebih tinggi tertular Covid-19.
Sebisa mungkin, jika keluar rumah Sahabat Dream selalu mengenakan masker kain tiga lapis untuk perlindungan optimal. Idealnya, tidak hanya ada satu masker juga tapi sediakan juga masker cadangan dalam tas bisa 2 atau 3. Jika masker yang dikenakan kotor atau basah, kita pun memiliki cadangan.

Nah, untuk masker kain karena bisa digunakan berkali-kali kita harus memperhatikan kebersihannya. Bukan hanya digantung dan ditaruh dalam tas, masker kain harus dicuci dengan sabun.
Terutama setelah mengenakannya di area publik yang cukup banyak orang. Idealnya, masker kain langsung dicuci setelah beraktivitas di luar rumah. Cuci dengan sabun dan air mengalir. Jika ada, bisa juga disiram cairan antiseptik lalu jemur hingga kering.
Bagi Sahabat Dream yang hanya menggunakan masker kain saat ke warung atau dekat rumah dan tak sampai 30 menit, bisa menjemurnya saja di luar diangin-anginkan. Bisa juga semprotkan cairan disinfektan.

Pastikan tiap masker yang digunakan sudah dalam keadaan bersih dan steril. Tentunya demi kenyamanan dan perlindungan maksimal dari penularan Covid-19.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya