Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik, melainkan juga mental. Situasi pandemi dapat menimbulkan dampak serius bagi beberapa orang.
Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia mengungkapkan kasus masalah psikologis yang dialami masyarkat Indonesia selama pandemi, atau sekitar Maret hingga Oktober 2020.
" Selama masa Covid-19 di tujuh bulan terakhir kami membuka layanan konseling gratis dan tercatat sudah ada 15 ribu pasien untuk masalah ini. Pasien remaja mencapai 5 ribuan, sedangkan orang dewasa 10 ribu, termasuk lansia," ungkap Dra . A. Kasandra Putranto, Psikolog Klinis Forensik dalam sesi 'Jiwa Sehat, Libur Aman COVID-19' bersama BNPB Indonesia, Sabtu 31 Oktober 2020.
Dari data tersebut, ditemukan enam masalah psikologis yang paling banyak di alami. Salah satunya stres yang dialami remaja karena belajar.
" Ini terjadi karena adanya hambatan belajar. Selepas itu mereka juga ingin berlibur. Apalagi dengan jam belajar yang padat, dari pagi hingga sore hari," jelasnya.
Tidak hanya para murid, stres karena belajar juga menimpa para orang tua. Proses belajar yang berubah dari tatap muka menjadi belajar online membuat orang tua harus bekerja lebih keras dalam mendukung kegiatan belajar anak.
Masalah lain yang juga banyak dialami selama pandemi yaitu keluhan stres umum. Diikuti dengan keluhan cemas, mood swing dan gangguan cemas. Selain itu, ditemukan pula beberapa kasus kecil berupa keluhan psikosomatis.

Psikosomatis merupakan kondisi di mana pikiran dapat memengaruhi tubuh sehingga munculnya penyakit fisik. Misalnya ketika takut atau cemas dapat menimbulkan efek seperti sakit kepala, gatal-gatal, nyeri otot hingga jantung berdebar.
" Psikosomatis ini padahal sebenarnya masalah pikiran saja. Tapi kalau keluhan-keluhan ini tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih membahayakan kesehatan jiwa," ujar Kasandra.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya