Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Menggunakan masker saja belum cukup. Kamu juga harus memerhatikan kualitas dan efektivitasnya untuk bisa mendapatkan perlindungan ekstra selama beraktivitas di luar rumah, terutama dari virus Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia.
Pemerintah telah berupaya untuk menjaga kualitas masker melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan menguji 12 parameter, seperti nilai BFE (bacterial filtration efficiency) atau efisiensi filtrasi bakteri dan partkel minimal 60 persen.
Meski begitu, kamu tetap harus berhati-hati ketika memilih masker. Masih banyak jenis masker yang belum sesuai dengan standardisasi pemerintah.
Secara kasat mata, kamu bisa memilih masker yang terdiri dari 3 lapis. Jika terdapat informasi lebih detail seputar masker, maka pilihlah yang memiliki efisiensi filtrasi partikel minimal 60 persen.
Terlepas dari hal tersebut, kamu juga perlu memilih masker yang sejuk dan nyaman digunakan ketika beraktivitas. Maka dari itu, ukuran masker juga perlu diperhatikan.
Beberapa brand pakaian telah menjual masker berukuran S, M serta L yang terdiri dari 3 lapis dan dilengkapi nanofilter di bagian tengahnya.
Bahkan, memiliki nilai BFE sebesar 99 persen dan mampu menghalangi masuknya percikan air dan melindungi dari paparan bakteri maupun virus.
Selain itu, beberapa masker juga dilengkapi dengan milai UFP (ultraviolet protection factor) 40 yang dapat melindungi wajah dari sinar UV sebesar 90 persen.
Masker dengan kemampuan tersebut tetap nyaman dipakai karena berbahan non-woven atau katun yang lembut di kulit, tidak kaku maupun tebal.
Bahan mesh sebagai jaring juga membuat masker tetap ringan, tipis dan lebih sejuk. Semua teknologi yang telah disebutkan tersedia pada masker AIRism dari Uniqlo.

" Berkaitan dengan SNI, masker AIRism telah melewati pengujian berdasarkan beberapa parameter yang ditentukan oleh BSN. Kami akan terus mendukung masyarakat Indonesia untuk dapat tetap produktif dan terlindungi," ujar Evy Christina, Marketing Manager Uniqlo Indonesia pada peluncuran Masker AIRism Uniqlo, Rabu lalu.
Kamu bisa membeli masker AIRism di seluruh cabang Uniqlo. Hingga saat ini, tersedia warna hitam dan putih. Namun mulai November mendatang, akan tersedia warna abu-abu untuk melengkapi koleksi tersebut.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya