Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pattaya (Shutterstock.com)
Dream - Otoritas pariwisata Thailand mengumumkan pembukaan Pattaya untuk pelancong mancanegara per 1 Oktober 2021. Saat pembukaan nanti, turis dari India dan Rusia bakal jadi target pasar utaa.
Presiden Asosiasi Bisnis dan Pariwisata Pattaya (PBTA) mengumumkan sejumlah daerah lain menunda rencana pembukaan destinasi wisatanya. Tetapi, Pattaya justru sebaliknya.
Di masa-masa normal, turis China selalu jadi pasar utama wisata Pattaya. Tetapi akibat adanya lonjakan Covid-19, otoritas mengalihkan target ke India dan Rusia.
Penyebabnya, China melarang warganya bepergian ke luar negeri dalam kelompok wisata besar, seperti yang biasanya datang ke Pattaya. Warga China hanya boleh bepergian dalam kelompok kecil dan untuk keperluan bisnis, bukan wisata.
Sementara, orang yang datang ke China diharuskan menjalani karantina tiga pekan. Ini untuk menekan penyebaran Covid-19.
© Pattaya (Shutterstock.com)
Di sisi lain, Pattaya justru mengambil langkah berbeda. Daerah ini membuka kembali destinasi wisatanya untuk turis asing agar perekonomian kembali pulih dan Thailand menuju strategi berdampingan dengan Covid-19.
Kebijakan karantina yang diterapkan sejumlah negara membuat Thailand kembali terpukul. Sebab, mereka yang datang ke Thailand lalu kembali ke negaranya terpaksa menjalani karantina untuk mencegah kasus impor.
Dampaknya, para wisatawan mengurungkan kembali rencana mereka untuk melancong ke Thailand. Akibatnya, Negeri Gajah Putih terpaksa kehilangan potensi pendapatan.
Demikian pula kebijakan karantina yang diterapkan Thailand sendiri. Kebijakan tersebut membuat turis dari sejumlah negara, khususnya Rusia, tidak menyukainya, dikutip dari The Thaiger.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya