Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Astindo Fair 2017 Resmi Digelar (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Astindo Fair kembali digelar dari tanggal 24-26 Maret 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Event ini diselenggarakan setiap bulan Maret sejak tahun 2011, dan untuk tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke 7 kalinya, dengan mengambil lokasi yang lebih luas yaitu Assembly Hall dan Plenary Hall yang keseluruhannya menyediakan tempat seluas 12.000 meter persegi atau dua kali lipatnya dari tahun 2016.
Astindo Fair 2017 sebagai Consumer Travel Fair atau B to C diikuti oleh 60 Travel Agent, 16 (enam belas) Airlines Internasional dan Domestik, Badan Promosi Pariwisata Daerah, Dinas Pariwisata dari Destinasi Prioritas, National Tourist Offices dari berbagai negara serta industri pendukung lainnya.

Astindo mengemas travel fair ini secara profesional, dengan memanfaatkan seluruh privilege-nya yang dapat dirangkum dalam momentum Astindo Fair ini, khususnya yang diberikan oleh para Airlines, Tour Operator, National Tourist Ofice dan Badan Promosi Pariwisata, sehingga para Travel agent peserta pameran dapat menyajikan produk-produk yang atraktif dengan harga yang relatif rendah.
Pada pembukaan Astindo Fair 2017 yang dihadiri oleh perwakilan dari negara sahabat, Menteri Perhubungan yang diwakili oleh Direktur Angkutan Udara, Maryati Karma, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, Ketua Astindo, Ely Hutabarat mengatakan, perbedaan dari tahun lalu adalah membuka kesempatan lebih luas untuk penjualan paket-paket wisata ke destinasi-destinasi domestik. " Merupakan cita-cita Astindo untuk memajukan destinasi domestik," kata Ely dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 24 Maret 2017.

Isu yang masih menjadi kendala adalah bahwa produk wisata luar negeri (outbound) masih memiliki daya tarik yang lebih tinggi, karena di samping kemasannya menarik dan atraktif, juga dikelola dengan sangat profesional serta dijual dengan harga yang relatif lebih murah dibanding produk wisata domestik. Oleh karena itu, Astindo berupaya mendukung program pemerintah untuk mencapai kunjungan hingga 20 juta wisatawan, dengan mengangkat paket-paket domestik yang atraktif.
Pada kesempatan ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga mengatakan, ke depannya event ini bisa dikembangkan menjadi B to B, dan Menpar kembali mengingatkan para Travel Agent untuk mentransformasikan diri ke digital.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya