Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Desa Wisata Jodipan Malang (Shutterstock.com)
Dream - Stagnasi sektor pariwisata begitu terasa selama masa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun lebih di Indonesia. Khususnya pada masa-masa awal Covid-19 melanda dan berangsur seiring berjalannya Adaptasi Kebiasaan Baru.
Desa wisata turut mengalami dampak tersebut. Meski sebagian desa wisata sudah mulai didatangi pengunjung, pulihnya kondisi belum terjadi secara menyeluruh.
Dibutuhkan inovasi yang berkelanjutan melibatkan banyak pihak untuk memulihkan kondisi desa wisata. Berbagai pihak mulai dari pemerintah desa, para pelaku pariwisata meliputi kelompok sadar wisata (pokdarwis), pramuwisata, pengelola daya tarik wisata dan juga pelaku UMKM di desa wisata perlu mencari celah agar sektor pariwisata dapat dipulihkan secara cepat.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk pemulihan sektor pariwisata di desa adalah meyakinkan wisatawan agar bisa datang berkunjung. Upaya ini dapat dijalankan lewat paket wisata yang berkualitas.
" Berdasarkan hasil diskusi kami dengan para pelaku wisata di beberapa desa di Indonesia pada Desember 2020 lalu, kami menjadi tahu apa saja yang sebenarnya diperlukan oleh pihak desa wisata saat ini," ujar CEO Atourin, Benarivo Triadi Putra,

Benarivo mengataka para pelaku industri pariwisata di desa ternyata masih mencari pola baru untuk mendatangkan pengunjung. Selain itu, terdapat kebutuhan akan pelatihan yang fokus pada sumber daya manusia di desa wisata.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan survei kepada wisatawan terkait motivasi untuk pergi ke suatu tempat. Jawaban yang didapat cukup bervariasi namun lebih dominan karena produk wisata yang menerapkan protokol kesehatan ketat di lokasi.
" Berdasarkan data tersebut, atourin bersama Kemendesa PDTT ingin mempercepat proses kebutuhan-kebutuhan wisatawan agar bisa diketahui oleh desa wisata, ini sebabnya kami menggagas Lomba Membuat Itineray dan Video Protokol CHSE khusus Desa Wisata," kata Benarivo.
Program bertajuk 'Inspirasi Desa Untuk Indonesia' terdiri dari Lomba Membuat Itinerary (rencana perjalanan) dan Lomba Video Protokol CHSE khusus Desa Wisata. Program ini ditujukan kepada para pengelola desa wisata dan dapat diikuti secara gratis.

Karya yang dilombakan, dapat dimanfaatkan untuk kampanye wisata di desa yang bersangkutan. Diharapkan program ini dapat direplikasi pihak lain sehingga membentuk ekosistem pariwisata yang tangguh.
" Sehingga dapat berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di desa," ujar Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemendesa PDTT, Eko Sari Haryanto.
Nantinya, para pemenang masing-masing lomba akan mendapatkan sejumlah hadiah. Lima orang pemenang Lomba Membuat Itineraru bertajuk 'Inspirasi Desa' akan mendapatkan hadiah dengan total Rp5 juta.
Sedangkan Lomba Membuat Video Protokol CHSE bertajuk 'Nyaman Berlebaran di Desa' menyediakan total hadiah Rp6 juta++ untuk tiga pemenang. Juara 1 mendapatkan Rp3 juta, juara 2 mendapat Rp2 juta dan Juara 3 mendapat Rp1 juta.
Tertarik mengikuti lomba ini, seluruh informasi dapat diakses pada laman atourin.com/inspirasi-desa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam