Salah Satu Gejala Sakit Covid-19 Adalah Kehilangan Indera Penciuman. (Foto: Freepik.com)
Dream - Kehilangan kemampuan untuk mencium bau merupakan salah satu gejala sakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2.
Awalnya, para peneliti sempat bingung dengan hal itu. Namun sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances berhasil mengungkapkan penyebabnya.
Penelitian itu menduga virus corona dapat merusak sel-sel penting yang mendukung kerja sel-sel saraf yang bertugas menyampaikan bau ke otak.
Dilansir dari Gizmodo, 30 Juli 2020, para peneliti mengamati sel-sel yang melapisi rongga hidung kita, termasuk yang ada di bagian atas hidung yang menampung syaraf penciuman.
Saraf penciuman adalah kumpulan saraf yang sangat halus yang pertama kali menerima informasi tentang bau dari dunia luar, melalui reseptor yang bereaksi terhadap berbagai senyawa kimia yang kita kenal sebagai aroma.
Kumpulan saraf yang sangat halus inilah yang mengirimkan informasi aroma itu ke otak sebelum diproses dan dikenali sebagai bau.
Setelah melakukan pengamatan, para peneliti menemukan jaringan syaraf penciuman ini memiliki sel-sel yang mengekspresikan dua protein kunci bagi virus corona untuk masuk dan menginfeksi sel-sel tersebut. Dua protein kunci itu adalah ACE2 and TMPRSS2.
Reseptor kedua protein ini kemudian dibajak oleh virus corona hingga membuat pasien Covid-19 kehilangan kemampuan mereka untuk mencium bau.
Namun ini bukan satu-satunya cara bagi virus corona untuk menyerang indera penciuman pasien Covid-19.
Dalam eksperimen lain, para peneliti menemukan bahwa virus corona tidak menyerang sel-sel yang mengekspresikan ACE2, tetapi dua sel non-syaraf yang mendukungnya.
Sel non-syaraf itu adalah sel sustentakuler yang mendukung secara fisik dan menyuplai energi bagi syaraf penciuman. Yang kedua adalah sel basal yaitu sel punca yang bertugas menggatikan sel-sel rusak di area tersebut.
" Penemuan kami mengindikasikan bahwa virus corona mampu mengubah indera penciuman pada pasien (Covid-19) bukan dengan menyerang neuron secara langsung, tapi dengan mengganggu fungsi sel-sel pendukungnya," kata Sandeep Robert Datta, penulis studi senior yang juga pakar neurobiologi di Harvard Medical School.
Kabar baiknya bagi pasien Covid-19, serangan yang tidak langsung ini mengindikasikan bahwa gangguan kehilangan kemampuan untuk mencium bau akibat infeksi corona tidak bersifat permanen.