Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bakteri Kusta (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit kusta yang disebabkan bakteri Mycobacterium Leprae, identik sebagai penyakit yang menimbulkan kecacatan. Bahkan yang memprihatinkan, masih ada mitos di masyarakat yang menganggap penderita kusta mendapat kutukan.
Padahal penyakit kusta bisa disembuhkan. Waktu penyembuhannya pun hanya tiga bulan, jika mendapat pengobatan yang intensif.
Hal ini diungkapkan dr. Wiendra Waworuntu, dari Kementerian Kesehatan dalam rangka memperingati Kusta Sedunia.
" Penyakit kusta bukanlah penyakit keturunan atau penyakit kutukan dan salaman sama orang kusta itu tidak apa-apa. Kusta dapat disembuhkan tanpa cacat bila ditemukan secara dini dan diobati secara tepat, hanya 3 bulan diobati dengan benar penyakit kusta akan sembuh," ungkap Wiendra, saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, 7 Februari 2019.
Gejala awal penyakit kusta adalah bercak pada kulit yang mati rasa. Banyak penderitanya yang mengabaikan dan beranggapan tidak perlu diobati. Padahal apabila terlambat diobati dan terdapat bakteri aktif maka bisa mengakibatkan kecacatan, hingga masalah psikologis.
Bakteri penyebab kusta ditularkan melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dua cara yang paling diyakini bisa menyebarkan bakteri penyebab kusta yaitu lewat kulit dan cairan lendir (ingus) dari hidung.
(Sah, Laporan Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya