Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kak Seto/ Foto: Covid-19.go.id
Dream - Banyak faktor yang mempengaruhi imunitas anak, dan mungkin kita sebagai orangtua selalu beorientasi pada kondisi fisik. Seperti memberi anak multivitas, membuatnya rutin berolahraga, memberikan vaksin dan makanan bergizi.
Ada satu hal yang hal yang juga sama pentingnya, yaitu membantu anak berpikir positif selama di rumah. Mengapa demikian? Dengan pikiran positif, hormon stres bisa ditekan. Level hormon stres yang terlalu tinggi jika tak dikontrol dengan pikiran yang baik bisa berdampak langsung pada kesehatan fisik.
Dalam talkshow " Mengajak Anak-Anak Bergembira di Masa Pandemi" di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta, psikolog anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto memberi pesan khusus pada para orangtua.
" Orangtua harus berani berubah lebih tenang, sabar, gembira, dan penuh rasa syukur. Dengan begitu kita memposisikan jadi sahabat anak-anak," ujar Seto Mulyadi.
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu memberikan tips untuk menyiasati perubahan kondisi di era pandemi. Pertama, orangtua harus menyadari setiap anak punya daya adaptasi dan kemampuan menyesuaikan diri yang berbeda.

" Penyesuaian ini sangat penting terutama dalam menghadapi anak yang biasanya bertemu teman di sekolah," ungkap Kak Seto.
Kedua, penting bagi orangtua mengedepankan diskusi dengan anak. Bukan instruksi layaknya komandan kepada prajuritnya. Hal ini akan membuat anak menemukan kenyamanan saat di rumah.
Ketiga, tak perlu memaksakan anak untuk mengikuti seluruh materi pelajaran daring yang diberikan sekolah. Kurikulum sekolah yang diberikan pada siswanya ini masih mengacu pada situasi normal sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan masalah.

Terakhir atau keempat orangtua perlu mengapresiasi terhadap bakat dan potensi anak, bukan hanya semata-mata fokus pada pelajaran akademik semata. Apresiasi ini bisa menimbulkan tingkat kepercayaan diri pada anak.
" Apresiasi dari orang tua terhadap anak dengan potensi berbeda. Anak ditumbuhkan perasaan bangga terhadap diri sendiri karena ada dukungan keluarga," ungkap Kak Seto.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Dokter ahli kandungan menyarankan, para ibu hamil untuk memastikan terpenuhinya asupan gizi yang cukup, untuk menjaga daya tahan tubuh guna mencegah penularan Covid-19 hinggal ke dalam janin.
" Jadi selama hamil trimester 1, 2, dan 3, pastikan asupan gizi yang cukup," kata dr Muhammad Fadli SpOG dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.

Menurut Fadli, ibu hamil rentan terpapar Covid-19 karena daya tahan tubuhnya cenderung tidak stabil, terlebih di trimester pertama. Di awal kehamilan, ibu biasanya mengalami banyak keluhan.
" Jadi tubuh akan mengadaptasi. Contohnya karena ada kenaikan hormon, ibunya akan merasa malas untuk bergerak. Mungkin olahraganya kurang. Lalu mual, muntah, sehingga asupan gizinya menjadi tidak cukup," katanya.
Pada saat asupan gizi tersebut kurang atau tidak tercukupi, maka daya tahan tubuh juga akan menjadi tidak stabil sehingga rentan untuk terpapar virus.
Fadli mengatakan beberapa penelitian masih dilakukan untuk melihat kemungkinan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19, dapat masuk kemudian memengaruhi janin di dalam kandungan, saat ibu hamil terkena Covid-19.
Berdasarkan kasus kematian janin dari ibu hamil positif Covid-19, Fadli memperkirakan bahwa infeksi virus tersebut kemungkinan dapat memengaruhi kondisi janin. Untuk itu, ia menyarankan kepada para ibu hamil untuk tetap menjaga asupan gizi meskipun menghadapi banyak masalah kesehatan karena proses kehamilan itu sendiri.
Selain perlu menjaga asupan gizi, ibu hamil juga disarankan untuk tetap berolahraga ringan dan berjemur agar terkena paparan matahari yang dapat meningkatkan asupan vitamin D yang dapat membantu menjaga imunitas tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh dapat mengalahkan virus.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya