Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu kunci menghambat penyebaran virus corona. Sebab, mencuci tangan dengan sabun bisa membunuh virus yang menempel di tangan sehingga tidak masuk ke dalam tubuh.
Pemerintah pun telah gencar membuat kampanye mencuci tangan dengan sabun, selain menjaga jarak dan memakai masker. Masyarakat diharapkan mematuhi anjuran itu untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah membuat panduan cara mencuci tangan yang benar. Menurut WHO, mencuci tangan yang efektif harus menggunakan sabun dan dilakukan minimal 20 detik di bawah air yang mengalir.
Meski kampanye telah gencar dan caranya telah berulang kali diajarkan, masih saja yang mencuci tangan secara tidak benar. Berikut ini lima kesalahan dalam mencuci tangan yang sering kita lakukan.
1. Mencuci tangan terlalu cepat
Sebuah kajian dari Universitas Michigan yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Health menemukan 95 persen orang tidak mencuci tangan dalam waktu yang disarankan, yaitu 20 detik.
Menurut penelitian itu, rata-rata orang hanya mencuci tangan dalam waktu enam detik saja. Penelitian itu juga menyebut 15 persen pria dan tujuh persen perempuan tak mencuci tangan setelah dari toilet.
2. Tidak membersihkan celah jari

Tangan akan tetap kotor jika kita hanya menggosokkan sabun di kedua telapak tangan saja. Pakar kesehatan menjelaskan bahwa kuman suka bersembunyi di bawah kuku.
Dengan demikian, kita harus menggosok bagian bawah kuku. Selain itu juga menggosok sela-sela jari.
Menggosok dengan benar menjadi kunci menghilangkan berbagai kotoran dan kuman di tangan.
3. Tangan tak dikeringkan
Mencuci tangan tidak akan berguna jika kita tidak mengeringkannya dengan baik karena kuman senang kondisi tangan yang basah dan lembap.
Setelah mencuci tangan, sebaiknya kita mengeringkannya dengan tisu maupun kain yang bersih. Sebuah penelitian menyebut mengeringkan tangan dengan tisu dapur lebih baik dari pengering lainnya.
4. Mencuci tangan jika hanya ke kamar mandi

Banyak di antara kita yang mencuci tangan bila masuk ke kamar mandi saja. Padahal, kuman dapat menempel di tangan kapan saja.
Misalnya kita dari ATM atau habis menekan tombol lift. Sehingga kita harus sering-sering mencuci tangan.
Bagi kita yang tak sempat mencuci tangan bahkan dianjurkan sedia hand sanitizer. Pastikan kandungannya sekitar 70 persen alkohol agar efektif membunuh kuman.
5. Tidak menggunakan sabun

Banyak orang masih beranggapan mencuci tangan cukup menggunakan air saja. Padahal, kuman dan virus mungkin tidak mati dan tetap bertahan di tangan bila tidak dicuci dengan sabun.
Selain itu, ada pula yang beranggapan mencuci tangan dengan sabun tidak lagi penting karena telah menggunakan hand sanitizer. Padahal, ada beberapa kuman yang tidak mempan dengan alkohol.
Mencuci tangan dengan sabun tetap menjadi cara yang paling ampuh dan efektif membunuh kuman dan virus di tangan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya