Olahraga, Benteng Kedua Pencegahan Covid-19 Menyusul 3M

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 4 Oktober 2020 14:17
Olahraga, Benteng Kedua Pencegahan Covid-19 Menyusul 3M
Penting untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Dream - Selama ini, protokol kesehatan utama yang harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak serta menjaga kebersihan. Protokol ini harus dijalankan secara disiplin agar masyarakat terhindar dari Covid-19.

Tetapi, protokol 3M perlu dilengkapi dengan upaya menjaga imunitas tubuh. Karena Covid-19 bisa dilawan dengan imun tubuh yang kuat.

Oleh karena itu, disarankan untuk berolahraga minimal 30 menit sehari untuk menjaga daya tahan tubuh. Hal ini diungkapkan oleh Arie Sutopo, Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam talkshow 'Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi'.

" Aktivitas olahraga menjadi benteng kedua untuk melawan serangan virus corona ke dalam tubuh," ujar Arie.

Olahraga pun memiliki beberapa syarat, yaitu intensitas, durasi serta frekuensi yang membedakan kegiatan tersebut dengan bergerak. Sehingga, berolahraga tidak sama dengan membersihkan rumah, mencuci pakaian atau bekerja menggunakan aktivitas fisik lainnya. 

Kegiatan tersebut hanyalah berpengaruh pada otot serta sendi. Imunitas tubuh tidak akan berpengaruh tanpa olahraga. Jika ingin berolahraga di luar ruangan, Arie menyarankan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan utama.

" Pakai masker itu tetap, cuci tangan dan jaga jarak. Karena ini tindakan pencegahan supaya virus nggak masuk ke tubuh," tutupnya.

(Sumber: Covid19.go.id)

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Efek Lain Akibat Virus Covid-19: Dapat Merusak Organ Tubuh

Dream – Covid-19 masih menjadi ancaman dunia yang tengah dicari solusinya. Berbagai upaya pun dilakukan, agar dapat mencegah penularannya.

  

Orang-orang yang terinfeksi memiliki gejala bervariasi. Tergantung kondisi tubuh dan kesehatannya.

Namun, umumnya terdapat dua jenis kategori pasien covid-19, yaitu:

  • Anak muda, sehat, mengalami gejala ringan, dan dapat pulih bila melakukan karantina mandiri di rumah.
  • Orang tua dengan penyakit bawaan, mengalami gejala parah, dan harus mendapat perawatan intensif.

Meskipun tiap orang memiliki gejala dan risiko yang berbeda, rupanya terdapat efek berkepanjangan yang disebabkan oleh Covid-19.

Seperti, rasa lelah yang terus-menerus, sesak napas, dan nyeri otot. Bahkan efek tersebut masih tetap ada setelah pasien dinyatakan sembuh.

2 dari 4 halaman

Efeknya dapat bertahan berbulan-bulan

Pada Juli, peneliti di Italia menemukan hampir 90 persen pasien dengan infeksi akut masih mengalami gejala pada dua bulan kemudian.

Orang yang tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan juga dapat menghadapi efek yang berkepanjangan.

Ilustrasi© Pexels.com

Terkadang, gejala ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk muncul.

Covid-19 pada dasarnya dianggap sebagai virus pernapasan. Tetapi efek yang ditimbulkan tidak selalu terbatas pada organ paru-paru.

Virus tersebut berikatan dengan reseptor ACE2 tubuh yang banyak ditemukan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, hati, dan saluran pencernaan.

Para peneliti menduga tingkat peradangan yang terjadi dipicu oleh sistem kekebalan tubu dari masing-masing penderita.

3 dari 4 halaman

Efek Covid-19 pada organ tubuh

Ilustrasi© Pexels.com

Paru-paru

Paru-paru bisa rusak saat virus memasuki sel-sel saluran udara. Ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kaku yang membuat paru-paru sulit melakukan tugasnya untuk mengoksidasi darah. Sehingga membuat orang terengah-engah.

Jantung

Virus dapat menyebabkan radang otot jantung atau gagal jantung bila organ tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung juga bisa terjadi karena kekurangan oksigen.

Otak

Virus yang masuk ke otak dapat menyebabkan infeksi yang parah. Gejala neurologis juga bisa disebabkan oleh peradangan di otak atau stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah.

4 dari 4 halaman

Penelitian masih terus dilakukan

Ilustrasi© Pexels.com

Saat ini banyak penelitian yang tengah dilakukan untuk mengidentifikasi efek jangka panjang dari virus covid-19.

Selain itu, dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan tindakan pencegahan yang dilakukan juga tepat.

Namun yang terpenting adalah bagaimana agar tidak tertular virus ini. Dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan yang telah diberlakukan.

(Sumber: abc.net.au)

Beri Komentar