Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Selama ini, protokol kesehatan utama yang harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak serta menjaga kebersihan. Protokol ini harus dijalankan secara disiplin agar masyarakat terhindar dari Covid-19.
Tetapi, protokol 3M perlu dilengkapi dengan upaya menjaga imunitas tubuh. Karena Covid-19 bisa dilawan dengan imun tubuh yang kuat.
Oleh karena itu, disarankan untuk berolahraga minimal 30 menit sehari untuk menjaga daya tahan tubuh. Hal ini diungkapkan oleh Arie Sutopo, Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam talkshow 'Beraktivitas dan Berkreasi Selama Pandemi'.
" Aktivitas olahraga menjadi benteng kedua untuk melawan serangan virus corona ke dalam tubuh," ujar Arie.
Olahraga pun memiliki beberapa syarat, yaitu intensitas, durasi serta frekuensi yang membedakan kegiatan tersebut dengan bergerak. Sehingga, berolahraga tidak sama dengan membersihkan rumah, mencuci pakaian atau bekerja menggunakan aktivitas fisik lainnya.
Kegiatan tersebut hanyalah berpengaruh pada otot serta sendi. Imunitas tubuh tidak akan berpengaruh tanpa olahraga. Jika ingin berolahraga di luar ruangan, Arie menyarankan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan utama.
" Pakai masker itu tetap, cuci tangan dan jaga jarak. Karena ini tindakan pencegahan supaya virus nggak masuk ke tubuh," tutupnya.
(Sumber: Covid19.go.id)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Covid-19 masih menjadi ancaman dunia yang tengah dicari solusinya. Berbagai upaya pun dilakukan, agar dapat mencegah penularannya.
Orang-orang yang terinfeksi memiliki gejala bervariasi. Tergantung kondisi tubuh dan kesehatannya.
Namun, umumnya terdapat dua jenis kategori pasien covid-19, yaitu:
Meskipun tiap orang memiliki gejala dan risiko yang berbeda, rupanya terdapat efek berkepanjangan yang disebabkan oleh Covid-19.
Seperti, rasa lelah yang terus-menerus, sesak napas, dan nyeri otot. Bahkan efek tersebut masih tetap ada setelah pasien dinyatakan sembuh.
Pada Juli, peneliti di Italia menemukan hampir 90 persen pasien dengan infeksi akut masih mengalami gejala pada dua bulan kemudian.
Orang yang tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan juga dapat menghadapi efek yang berkepanjangan.

© © Pexels.com
Terkadang, gejala ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk muncul.
Covid-19 pada dasarnya dianggap sebagai virus pernapasan. Tetapi efek yang ditimbulkan tidak selalu terbatas pada organ paru-paru.
Virus tersebut berikatan dengan reseptor ACE2 tubuh yang banyak ditemukan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, hati, dan saluran pencernaan.
Para peneliti menduga tingkat peradangan yang terjadi dipicu oleh sistem kekebalan tubu dari masing-masing penderita.

© © Pexels.com
Paru-paru
Paru-paru bisa rusak saat virus memasuki sel-sel saluran udara. Ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kaku yang membuat paru-paru sulit melakukan tugasnya untuk mengoksidasi darah. Sehingga membuat orang terengah-engah.
Jantung
Virus dapat menyebabkan radang otot jantung atau gagal jantung bila organ tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung juga bisa terjadi karena kekurangan oksigen.
Otak
Virus yang masuk ke otak dapat menyebabkan infeksi yang parah. Gejala neurologis juga bisa disebabkan oleh peradangan di otak atau stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah.

© © Pexels.com
Saat ini banyak penelitian yang tengah dilakukan untuk mengidentifikasi efek jangka panjang dari virus covid-19.
Selain itu, dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan tindakan pencegahan yang dilakukan juga tepat.
Namun yang terpenting adalah bagaimana agar tidak tertular virus ini. Dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan yang telah diberlakukan.
(Sumber: abc.net.au)