Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Home Office (Foto: Shutterstock)
Dream - Sentuhan warna bisa sangat bermanfaat untuk ruang kerja. Terutama bagi Sahabat Dream yang menghabiskan waktu bekerja di rumah. Sudut atau ruang home office harus dibuat senyaman mungkin dan sebaiknya bisa meningkatkan produktivitas.
Menghabiskan waktu berjam-jam berkutat dengan pekerjaan, tingkat stres pasti tinggi. Untuk itu pilihlah warna-warna yang pas untuk home office.
Ingin tahu warna cat mana yang menciptakan efek visual dan psikologis positif di kantor? Tiga warna ini bisa jadi pilihan.
© Dream
Warna biru tua yang klasik dapat memberikan dampak besar di home office. Pertimbangkan warna ini untuk ruangan kerja.
" Warna biru diyakini merangsang pikiran tetapi juga menyulap perasaan damai, bisa warna biru langit atau navy blue," kata Marika Meyer, seorang desainer interior.
Jika ingin memilih warna biru gelap yang dalam, pastikan di ruangan memiliki cukup pencahayaan, baik yang alami dari jendela atau buatan.
© Dream
Untuk suasana ruangan yang berbeda, cobalah pilih sentuhan warna ungu. Tak perlu keseluruhan, bisa jadi aksen di kabinet atau salah satu dinding saja. Warna ungu menampilkan aura penuh semangat yang memicu kreativitas.
Pilha warna ungu yang lembut atau bernuansa pastel. Padukan dengan dekorasi dengan sentuhan warna-warni agar suasana jadi semakin menggairahkan dan bikin semangat kerja.
© Dream
Kita selalu dapat mengandalkan lapisan cat putih hangat untuk menciptakan suasana kerja yang menenangkan. Jika memang memilih putih, pertimbangkan untuk menaruh aksen warna lain.
Bisa berupa dekorasi kayu, tanaman atau yang bernuansa eklektik agar ruangan tak terlalu dingin.
" Pilih cat warm white yang dapat memicu rasa sangat tenang dan membantu mata istirahat dari layar komputer," ujar Meyer.
Sumber: Apartment Theraphy
© Dream
Dream - Ada banyak warna yang bisa dipilih untuk mendekorasi rumah. Lalu warna apa yang sebaiknya dipilih untuk memaksimalkan suasana relaksasi dan membuat istirahat jadi lebih optimal?
Jika Sahabat Dream ingin lebih rileks, cobalah warna yang menurut survei global dari perusahaan kertas GF Smith dan psikolog di University of Sussex, Inggris, warna paling menenangkan. Warna tersebut antara lain biru tua, lalu kuning lembut dan pink pastel.
Survei World's Favourite Colour Project ini melibatkan 26.596 peserta dari lebih 100 negara. Survei dilakukan untuk mendapatkan wawasan tentang warna yang paling dicintai di dunia.
“ Banyak penelitian telah menyelidiki hubungan antara warna dan emosi. Meskipun tidak semua studi ini setuju, beberapa hasil yang konsisten dapat diekstraksi dari literatur," kata profesor Anna Franklin, seorang ahli terkemuka dalam psikologi warna di University of Sussex, seperti dikutip dari Iflscience
© Dream
Diketahui, semakin jenuh warnanya, semakin banyak dikaitkan dengan kegembiraan dan stimulasi. Lalu semakin terang warnanya, semakin dikaitkan dengan ketenangan dan relaksasi. Banyak penelitian telah menemukan bahwa biru dan hijau juga dikaitkan dengan ketenangan dan relaksasi (lebih sedikit studi yang tidak menemukan hubungan).
Temuan itu juga menunjukkan bahwa warna oranye paling sering dikaitkan dengan kebahagiaan, sedangkan merah muda dipandang sebagai yang paling seksi, dan warna orang di seluruh dunia yang paling terkait dengan kemewahan adalah putih, ungu, dan oranye.
Menurut teori valensi ekologis (hanya satu dari segelintir teori preferensi warna), manusia tampaknya menyukai warna-warna hijau dan kebiruan karena terkait dengan fitur lingkungan yang dapat kita manfaatkan dan nikmati, seperti langit yang jernih, air bersih, dan tumbuh-tumbuhan.
Itu juga menjelaskan mengapa kita cenderung tidak menyukai warna cokelat keruh, karena kita menghubungkannya dengan air kotor, kotoran, dan penyakit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
