Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pesawat Lufthansa (News.com.au)
Kode yang dimasukkan itu justru merupakan tanda bahwa pesawat dalam kondisi dibajak.
Dream - Peristiwa mencekam terjadi di dalam pesawat Luftansa yang terbang dari Aberdeen, Skotlandia, menuju Frankfurt, Jerman. Pesawat itu mengalami masalah di udara saat hendak mendarat di bandara Frankfurt, pekan lalu.
Insiden itu terjadi saat pilot bersiap mendaratkan pesawat. Namun secara tidak sengaja melakukan blunder dengan memasukkan kode yang salah pada sistem pesawat.
Menurut maskapai itu, masalah teknis di kokpit itu membuat komunikasi terganggu. Hanya pilot saja yang bisa mengirim pesan ke petugas air traffic control. Namun tak bisa menerima pesan dari luar.
Saat kru ingin melaporkan masalah ini, mereka secara tidak sengaja memasukkan kode yang keliru. Kode yang dimasukkan itu justru merupakan tanda bahwa pesawat dalam kondisi dibajak.
Kru pesawat baru menyadari kesalahan itu duapuluh menit setelah membuat kekeliruan. Petugas di darat pun sudah panik dengan mengerahkan petugas di bandara.
Juru Bicara Kepolisian Federal Jerman, Reza Ahmari, mengatakan bahwa saat itu keamanan ditingkatkan pada level tertinggi dengan menyiap-siagakan polisi dan tentara. Tak hanya itu, jet tempur juga telah disiapkan untuk menghalau pesawat Embraer ERJ-190 itu.
Namun, pesawat yang mengangkut 43 penumpang itu akhirnya mendarat dengan selamat meski harus tertunda seperempat jam dari jadwal seharusnya.
Sistem komunikasi pesawat kemudian dibenahi dan pesawat itu kemudian terbang kembali. Juru Bicara Lufthansa menyebut insiden itu, "sangat tidak biasa." (Sumber: News.com.au)