Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Pola tidur kita berubah selama Ramadan. Maklum, selama Ramadan kita harus makan sahur. Selain Ramadan, banyak di antara kita yang masih meringkuk di balik selimut waktu jelang Subuh itu.
Perubahan pola tidu rberdampak pada kesehatan, seperti sering merasa mengantuk, sakit kepala, hingga mengalami mood swing. Gangguan itu terasa sangat mengganggu di siang hari, terutama bagi kita yang harus bekerja.
Perubahan pola tidur selama Ramadan sebanding dengan gangguan pola tidur ritme sirkadian tubuh, yang biasa dialami oleh orang yang bepergian melintasi beberapa zona waktu. Istilah populernya, jet lag.
Kondisi itu disebabkan oleh perubahan jadwal tidur dan bangun yang bisa meningkatkan gangguan jam biologis, seperti delayed sleep phase syndrome (DSPS) atau gangguan ritme sekresi melatonin.
Sehingga, untuk beradapatasi dengan kebiasaan selama bulan Ramadan, seseorang harus mengatur pola tidurnya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Makan berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan tidur selama bulan Ramadan. Oleh karena itu, hindari makan berlebih. Meskipun di siang hari kita tidak makan dan minum, pastikan mengasup makanan sesuai kebutuhan saja saat malam hari.
Selain itu, insomnia dapat disebabkan oleh kurangnya melatonin dalam tubuh. Melatonin merupakan hormon yang dikeluarkan kelenjar pineal atau kelenjar endokrin kecil di otak. Melatonin membantu mengatur hormon lain dan menjaga ritme sirkadian tubuh.

Kita harus beradapatasi dengan jadwal selama bulan Ramadan untuk membantu menyaimbangkan waktu antara ibadah dan tidur. Jika mengalami gangguan tidur selama Ramadan, akan berdampak pada pola tidur di hari-hari berikutnya.
Berjemur sekitar satu jam setelah bangun pagi membantu memulihkan jadwal tidur normal. Dengan cahaya yang cukup, tubuh akan terbantu mengantur kembali ritme sirkadian dalam tubuh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya