Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Berpuasa minimal dua hari seminggu dapat mengurangi risiko demensia. Puasa adalah perawatan medis umum yang dilakukan sejak dulu, penelitian baru menunjukkan mungkin ada alasan yang baik untuk itu.
Dream - Berpuasa minimal dua hari seminggu dapat mengurangi risiko demensia. Puasa adalah perawatan medis umum yang dilakukan sejak dulu, penelitian baru menunjukkan mungkin ada alasan yang baik untuk itu.
Hasil penelitian menunjukan saat puasa seseorang hanya menerima sebanyak 500 hingga 800 kalori sedangkan pada hari biasa untuk wanita mencapai 2.000 kalori dan pada pria 2.500 kalori.
Asupan ini menyebabkan penurunan kadar faktor pertumbuhan hormon yang dikaitkan dengan kanker dan diabetes, serta pengurangan kolesterol 'buruk' LDL dan trigliserida (lemak) dalam darah.
Puasa juga dapat meningkatkan kinerja otak. "Puasa setidaknya satu atau dua hari dapat memicu proses perlindungan di otak," jelas kepala Ilmu Saraf di US National Institute On Ageing, Mark Mattson.
"Hal ini mirip dengan efek dari latihan, Ini bisa membantu melindungi otak terhadap penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinso," ujar Profesor Mattson. (Ism)