Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama bulan puasa, Dokter Spesialis Gizi, dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK menyarankan saat berbuka dan sahur takaran makanan harus dengan porsi yang pas.
"Saat sahur jangan cuma sekedar teh manis dan biskuit dan berbuka puasa jangan langsung melahap semua yang ada di depan kita. Takarannya harus pas agar perut terasa nyaman," kata dr. Fiastuti, Rabu kemarin.
Mengonsumsi makanan terlalu cepat dan banyak saat berbuka dapat mengganggu proses pencernaan.
"Jangan langsung apa saja dimakan nanti tubuh kaget. Perut harus diisi secara perlahan agar proses metabolisme dan pencernaannya berjalan baik," kata dia.
Dia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.
"Saat sahur dan berbuka, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan serat. Jaga pola makan sehat selama puasa agar tubuh tidak kehilangan nutrisi dan cairan," ujar Fiastuti.
Dia menyarankan saat sahur dan berbuka sebaiknya makanan dan minuman dibagi dalam takaran yang pas, sahur 40 persen dan buka puasa 60 persen agar tubuh terasa kuat.
"Saat sahur itu makan besarnya 30 persen, makanan kecil 10 persen mendekati imsak kemudian minum tiga gelas air. Saat berbuka makanan manis 15 persen, makan besar 30 persen setelah pulang tarawih camilan 15 persen dan minum 5 gelas air," ujar Fiastuti.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari