Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Mainan Anak
Dream - Mainan buah hati ada di setiap sudut rumah. Kamarnya juga dipenuhi dengan tumpukan balok dan puzzle favoritnya. Belum lagi di ruang tengah dan mobil. Anda merasa si kecil terlalu banyak memiliki mainan?
Jika iya, segera sumbangkan mainan yang masih bisa dan aman digunakan untuk anak-anak yang kurang beruntung. Makin sedikit mainan, ternyata lebih baik bagi anak. Ingin tahu kenapa?
1. Menghargai nilai
Jika seorang anak memiliki hanya sedikit mainan, mereka akan lebih menghargainya. Anak pun jadi tak mudah bosan dan membuangnya begitu saja. Lebih baik membelikan mainan yang
benar-benar dinginkan anak. Dengan 'hartanya' yang sedikit anak cenderung akan merawatnya dengan baik.
2. Kreatif
Dengan mainan yang terbatas, anak pun jadi lebih kreatif memanfaatkan benda-benda di sekitarnya menjadi mainan. Sebagai orangtua, buatlah permainan seru dan kreatif dari barang-
barang yang ada di rumah. Ajak anak terlibat dalam mempersiapkan bahan-bahan dan perlengkapan lainnya. Cara ini sangat efektif merangsang kreativitasnya.
3. Mengajarkan menghargai uang
Ketika anak ingin memiliki beberapa mainan, ini jadi kesempatan yang baik untuk membawa mereka ke toko. Biarkan mereka memilih mainan yang sangat diinginkan. Tapi jangan lupa jelaskan juga berapa harga mainan tersebut. Untuk membelinya perlu uang, yang harus diusahakan.
Mintalah anak menjaga mainannya dengan baik karena harganya tidak murah. Jika ia ingin mainan lain, minta dia untuk menabung. Menunggu hingga uang cukup untuk membeli mainan yang dinginkannya jadi pelajaran penting bagi mereka.
Sumber: Powerful Mothering