Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ibu Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi ibu, kadang membuat kita cenderung ingin mengatur semuanya untuk anak-anak. Hal ini agar aktivitas hariannya berjalan dengan baik, termasuk pendidikan dan masa depannya.
Efeknya, kita menjadi sangat cerewet. Selalu mengutarakan apa yang ada di pikiran dan memperingatkan anak berkali-kali. Bagi anak, tentu saja hal itu sangat menyebalkan, malah juga kerap memicu konflik.
Sikap cerewet ini memang memiliki efek negatif dan positif. Untuk efek positifnya, ternyata menurut penelitian tim dari University of Essex, Inggris, remaja perempuan yang kerap dicereweti oleh ibunya, lebih mungkin mengalami kesuksesan di kemudian hari.
Dikutip dari PureWow, penelitian ini dilakukan dengan mengikuti kehidupan 15.500 anak perempuan antara usia 13 dan 14 selama enam tahun. Ditemukan bahwa remaja perempuan yang ibunya kerap cerewet soal pekerjaan sekolah, tugas-tugas, dan tanggung jawab lainnya cenderung sukses di kemudian hari.
Para remaja perempuan dengan ibu yang secara konsisten mendorong mereka, lebih mungkin untuk mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Termasuk mengalami lebih sedikit periode pengangguran berkepanjangan dan memiliki pekerjaan dengan bayaran yang lebih tinggi.
Jadi bagi para ibu, tetaplah dorong putri remaja Anda. Meski kadang mereka sebal karena terus mendengar sang ibu berbicara, tapi akan berdampak positif bagi masa depannya.