Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jumlah kasus Covid-19 kembali naik siginifikan pada dua pekan belakangan. Masyarakat diminta untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, terutama pada mereka yang masih harus bekerja di perkantoran.
Aktivitas di perkantoran memang sudah diperbolehkan tapi ada aturan yang harus dijalani demi mengurangi risiko penularan Covid-19 di perkantoran. Pasalnya, ada cukup banyak kasus klaster covid-19 di perkantoran. Antara lain pembatasan kapasitas jumlah karyawan sampai membuat aturan pembatasan usia karyawan yang diperbolehkan bekerja di kantor.
" Soal kesehatan kerja ini memang tidak main-main, mulai dari pengecekan suhu, pengaturan kapasitas dan posisi di dalam lift, pengaturan denah ruang kerja antar karyawan yang dibuat berjarak. Bahkan beberapa perusahaan meminta karyawan diatas 50 tahun untuk bekerja dari rumah. Hal ini penting dilakukan, mengingat kelompok tersebut terhitung berisiko tinggi jika tertular”, ujar dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara COVID-19, pada Jumat kemarin, 4 Desember 2020, dikutip dari covid19.go.id.
Dokter Reisa juga tetap mengingatkan agar jangan lupa untuk selalu tertib menggunakan masker. Termasuk ketika melakukan rapat dan berdiskusi untuk keperluan pekerjaan.
“ Sekalipun kita sangat mengenal rekan kerja yang kita temui setiap hari, itu tidak menjamin kita mengenal kondisi kesehatan mereka. Pada saat rapat atau sekedar ngobrol-ngobrol bersama dengan teman kantor, masker harus selalu digunakan," ungkapnya.
Penerapan kesehatan di lingkungan kerja memang sangat penting. Bahkan, banyak perusahaan yang juga memfasilitasi karyawannya untuk rutin melakukan deteksi awal, seperti rapid test sampai dengan PCR test secara berkala.
Upaya-upaya ini tentunya akan lebih sempurna lagi dengan dibarengi usaha kita semua dengan menerapkan protokol kedatangan yang ketat sebelum bertemu dengan anggota keluarga tercinta di rumah.
“ Kita harus tetap produktif, namun tetap jaga diri dan orang lain dengan disiplin protokol kesehatan. Semua ini bisa sukses dengan dukungan kita bersama. Salam sehat. Mari selalu semangat untuk menjaga kesehatan kita, menjaga lingkungan sekitar, dan semakin peduli mengatasi pandemi ini bersama-sama”, tutup dr. Reisa.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Jumlah kasus covid-19 di Jawa Tengah pada Desember melonjak tajam. Sejumlah tenaga kesehatan banyak yang tertular virus dari Wuhan tersebut dan beberapa bahkan harus menjalani perawatan di ICU.
Salah satunya dr. Chairul Hadi SpKK yang dirawat di rumah sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Beliau sampai harus mendapatkan alat pompa oksigen. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengunggah video dr. Hadi di akun Intagram pribadinya @ganjar_pranowo.

" Saya dokter kharul hadi SPkk, saat ini saya lagi di ICU rumah sakit dr. Moewardi, Solo, saya sudah mendapat terapi plasma konvalesen, 2 kantong 5 hari yang lalu, rasanya setelah mendapat terapi konvalesen saya cukup mengalami perbaikan yang cukup luar biasa," ungkap dr. Hadi dalam video tersebut.
Ganjar bercerita kalau dr. Hadi merupakan temannya bersepeda. Ganjar meminta kepada para pasien Covid-19 yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasmanya karena bisa membantu pasien yang masih berjuang untuk sembuh.
" Dokter Hadi teman gowes saya. Beliau sampaikan: ‘Mas, monggo dihimbaukan utk yg sdh sembuh dr covid sedekah darah utk diambil plasma konvalesennya, klo ini berhasil sptnya jauh lbh kuat dan efektif drpd vaksin mas'. Jika anda sembuh dr covid & ingin donor bisa daftar di sini atau DM. Ada yg siap donor?," tulis Ganjar.
Respons yang masuk ke Instagram pribadi Ganjar cukup positif. Banyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh dan ingin mendonorkan plasma darahnya. Alhamdulillah dalam postingan selanjutnya Ganjar mengungkap kalau dr. Hadi kini sudah negatif.
" Kondisi dokter Hadi hari ini sdh membaik & hasil tes usap sdh dinyatakan negatif & alat bantu pernafasan sdh dilepas. Terima kasih kepada bp/ibu/saudara sekalian yg telah berkenan akan donor. Mudah2an manfaat utk kesehatan & ilmu pengetahuan. Krn penelitian masih terus berjalan. Salam sehat selalu," tulis Ganjar.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Isolasi bagi pasien Covid-19 sangat penting dilakukan dalam tahap perawatan untuk mencegah penularan. Terutama, bagi pasien yang di tempat tinggal pribadinya tak memungkinkan untuk isolasi mandiri.
Tak semua pasien Covid-19 harus menjalani isolasi di rumah sakit, ada juga yang menjalaninya di hotel dan wisma yang ditunjuk oleh pemerintah setempat. Untuk warga Depok, Jawa Barat, salah satu penginapan yang dimanfaatkan untuk isolasi pasien Covid-19 adalah Wisma Makara Universitas Indonesia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, baru saja memeriksa fasilitas isolasi di Wisma Makara. Hal ini diketahui dari unggahan di akun Instagram resminya.
" Pengecekan fasilitas dan layanan gedung isolasi pasien covid yang OTG di Wisma Makara UI Depok. Kapasitas ruang isolasi di berbagai wilayah Jawa Barat semakin sempit, karena banyaknya kasus harian baru," tulis Ridwan.
Sejumlah fasilitas seperti kamar tidur, menu konsumsi kaya gizi dan kebersihan jadi perhatian Ridwan Kamil. Ia juga mengingatkan para warganya di Jawa Barat untuk disiplin melakukan protokol kesehatan.

" Tak bosannya saya mengingatkan agar kita semua taat 3M karena obat maupun vaksinnya belum hadir kepada kita. Hanya ikhtiar 3M yang Insya Allah bisa menyelamatkan kita. Nuhun," ungkapnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya