Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Restoran Sana Sini, Hotel Pullman (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Marhaban ya Ramadan. Kehadiran bulan suci selalu disambut meriah dengan nuansa suka cita yang berbeda. Tak hanya penjual takjil dadakan yang menyemut di pinggir jalan, namun hotel berbintang pun tak mau kalah dengan menawarkan pelayanan terbaiknya.
Seperti Hotel Pullman yang menyuguhkan nuansa Timur Tengah dalam balutan khas Lebanon. Selama sebulan penuh, hotel yang berada di bilangan Thamrin Jakarta Pusat ini secara spesial mengundang chef tamu, Zein Rahhal untuk meramu sajian khas masyarakat Lebanon.

Dijelaskan Zein, kuliner dari negaranya memiliki cita rasa yang lebih segar dan lebih sehat. Dengan sedikit rasa asam, namun kuat akan penggunaan rempah-rempah yang memperkaya rasa.
" Salah satu makanan yang banyak ditemukan saat Ramadan itu 'ladies arm' yang seperti spring roll tapi isinya keju dikasih sirup maple di atasnya. Makanan ini susah ditemukan di luar bulan Ramadan," ungkap Zein saat ditemui Rabu, 8 Juni 2016 di Hotel Pullman.

Beberapa varian makanan lain yang akan ditampilkan yaitu Hummus Bil Kawarma, Falafel, Baba Ghanoush dan Baklava yang akan tersaji lengkap hanya di restoran Sana Sini. Meskipun sekilas tampak seperti makanan khas negara-negara Arab, seperti shawarma tapi Zein bersikukuh tak ingin disamakan karena masakan Lebanon banyak memanfaatkan sayuran segar.
Tak hanya makanannya yang bercita rasa Timur Tengah, dekorasi restoran pun disulap menyerupai pasar malam bergaya Ottoman. Ditambah dengan kesyahduan lagu-lagu berbahasa Arab dengan nuansa padang pasir.

Salah satu makanan yang unik yaitu baba ghanoush dengan memakai bahan dasar terong bakar. Kemudian hanya diberi tambahan bumbu minyak zaitun, sari lemon, dan bawang putih halus yang dicampurkan sebagai saus. Kemudian kehadiran baklava yang manis, rasanya cukup tepat dihidangkan sebagai makanan penutup.
" Tapi kalau orang Lebanon sendiri berbuka biasanya selalu wajib ada kurma, kemudian smoke Shisha dan enjoy belly dance," tutup Zein sambil terkekeh.

Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?