Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hadirnya buah hati dalam sebuah pernikahan merupakan sebuah anugerah. Tapi akan lebih baik jika kehadirannya direncanakan secara matang. Dengan persiapan yang matang, fungsi keluarga pun jadi lebih optimal.
Contohnya ibu dalam kondisi fisik yang fit saat hamil kembali, anak pun mendapat perhatian dan pengasuhan dengan efektif.
Dari sisi finansial, biaya kesehatan dan pendidikan pun jadi lebih terencana dan terpenuhi. Penggunaan kontrasepsi jadi salah satu cara untuk membuat perencanaan keluarga.
" Tidak saja bertujuan untuk mengendalikan kelahiran tetapi juga untuk memperkuat hak-hak perempuan dalam menentukan sendiri kapan mereka siap hamil. Termasuk melahirkanh generasi baru yang berkualitas," ujar ketua INA-Repromed sekaligus kepala klinik Yasmin RSCM Kencana, Andon Hestiantoro,SpOG(K) dalam acara 'Hari Kontrasepsi Sedunia' bersama PT. Bayer Indonesia di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

Dengan merencanakan jarak kehamilan, ibu dapat lebih memperdayakan dirinya. Baik dari segi pendidikan dan sosial sehingga kesejahteraan dirinya maupun keluarga dapat ditingkatkan pula.
Sedikitnya pengetahuan dan persepsi masyarakat mengenai kontrasepsi, menjadi faktor penghambat dalam penggunaan kontrasepsi. Masih banyak yang takut menggunakannya karena efek yang muncul. Padahal efek tersebut bisa ditekan jika ibu menemukan kontrasepsi yang cocok.
" Oleh karena itu, pemberian informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat sangat penting untuk dilakukan," kata Andon.
Sebagai garda terdepan dan terbesar kesehatan ibu dan anak di Indonesia, para bidan berperan besar dalam memberikan edukasi terkait kontrasepsi. Apalagi layanan kesehatan reproduksi salah satu tugas pokok bidan.
" Bidan juga sebagai agen of change, dengan melakukan Komunikasi, Informasi,dan Edukasi (KIE) terhadap perempuan agar dapat mengatur, menentukan dan menjaga kesehatan dirinya, anak serta keluarga," kata ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Emi Nurjasmi M.
Laporan Erisa Riyana
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya