Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Pasangan Suami Istri Liburan Berdua (Foto: Shutterstock)
Dream - Nuansa romantisme dalam hubungan sering menguap begitu saja setelah menjalani pernikahan selama bertahun-tahun. Mengurus keperluan anak, pekerjaan, rumah tangga, jadi
rutinitas yang tak ada habisnya dan sering membuat ayah dan bunda lupa menghabiskan waktu bersama.
Padahal, demi mempertahankan hubungan dibutuhkan 'usaha'. Bentuk 'usaha' ini bisa banyak caranya, seperti nonton bersama, makan malam, liburan berdua, mencari tantangan seru
bersama dan masih banyak lagi. Tentunya demi menjaga romantisme dan menghilangkan kejenuhan dalam rutinitas rumah tangga.
" Dengan kata lain, orangtua harus tetap mengagendakan pacaran berdua meski sudah ada anak-anak. Tak akan pernah bisa dilakukan jika tak dipaksakan. Sebaiknya memang dilakukan
rutin pergi berdua saja, namun jika tak sempat bisa dilakukan sekali dalam 2 atau 3 bulan," ujar Liam Henry, seorang psikolog pernikahan.
Rutinitas keluarga kadang membuat suami atau istri mengalami kejenuhan. Kondisi tersebut tak boleh dibiarkan dan harus dibicarakan dengan pasangan. Saat rasa jenuh muncul akan
dengan mudah orang ketiga masuk dalam rumah tangga.
Mungkin Sahabat Dream sudah tahu istilah 'pelakor' yang merupakan singkatan dari perebut laki orang. Pelakor ini masuk dan merusak rumah tangga ketika kejenuhan pasangan suami istri
terjadi dan dibiarkan begitu saja.
" Butuh usaha untuk mempertahankan hubungan suami istri agar bisa langgeng dan menjadi contoh yang baik untuk anak-anak. Jadi, tak perlu merasa bersalah untuk meninggalkan anak-
anak lalu pergi berdua. Pastikan saja anak sudah berada di tangan yang baik saat 'berpacaran'. Nikmati waktu berdua dan jaga romantisme tetap menyala. Bisa dengan hal kecil seperti saling
mencium di pagi hari atau mungkin liburan berdua saja," ungkap Henry.
Suami atau istri yang merasa jenuh dengan hubungan, akan cenderung mencari kepuasan di tempat lain. Awalnya mungkin hanya mencari teman makan atau teman bicara. Namun bukan
tidak mungkin malah berujung perselingkuhan yang bisa merusak rumah tangga.
" Jangan biarkan orang ketiga masuk dengan tetap kompak menjaga romantisme. Menyediakan waktu berkualitas hanya berdua akan sangat baik bagi hubungan, tentunya ini akan berdampak pada kehangatan keluarga. Anak-anak juga akan sangat merasakan keintiman orangtuanya yang nantinya mereka akan jadi contoh mereka saat membina rumah tangga," ungkap Henry.
Sumber: PureWow