Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Aliya Shagieva (Foto: Instagram)
Dream - Aliya Shagieva, seorang ibu milenial yang memandang kalau aktivitas menyusui adalah sebuah hal natural yang tak perlu ditutupi. Ia pun mengunggah fotonya menyusui sang anak, hanya mengenakan bra dan celana dalam di salah satu akun media sosial pada April lalu.
Hujatan, cibiran dan bahkan makian ternyata langsu tertuju padanya. Aliya dipandang sebagai ibu yang tak bermoral dan posenya dalam foto tersebut dianggap sebagai sebuah seksualitas. Fakta lain yang tak bisa dipungkiri dan memicu kontroversi adalah, Aliya merupakan putri seorang Presiden. Ayah Aliya adalah Almazbek Atambayev, seorang Presiden Kirgistan.
Keputusannya mengunggah foto pribadi saat menyusui di akun media sosial miliknya dianggap bukan suatu hal yang sopan. Apalagi negara Kirgistan, merupakan negara yang penduduknya didominasi oleh pemeluk Agama Islam.
Kontroversi terlanjur terjadi. Aliya akhirnya memutuskan untuk menghapus foto tersebut. Meski begitu ia punya pendapat sendiri terkait keputusannya mengunggah foto dirinya saat menyusui.
" Aku akan menyusui anakku kapan pun dan di mana pun ia membutuhkannya. Tubuh yang aku perlihatkan bukan sesuatu yang vulgar. Ini memang fungsinya, untuk memenuhi kebutuhan psikologis bayi ku bukan untuk menonjolkan seksualitas," ujar Aliya, dalam wawancaranya kepada BBC.
Kedua orangtua Aliya, Almazbek Atambayev dan istrinya Raisa, juga tak menyetujui hal yang dilakukan Aliya. Menurut Aliya, ia dan orangtuanya memang memiliki pandangan yang berbeda karena perbedaan generasi.
" Mereka sangat tak menyukainya, aku bisa mengerti, generasi muda saat ini tak terlalu konservatif seperti orangtua mereka," ungkap Aliya.
Aliya Si " Pemberontak"

Tinggal di negara yang penduduknya 80 persen beragama Islam, Aliya bisa dibilang sosok yang memberontak. Tangan kanannya dipenuhi tato. Ia juga tak mengenakan hijab atau modest wear seperti perempuan muslimah.
Aliya tak ragu untuk menyuarakan apa yang dianggapnya benar. Saat ini ia aktif dalam banyak kegiatan sosial, seperti membentuk kampanye kesadaran untuk anak-anak Down Syndrome, memperjuangkan hak-hak binatang dan sangat suka melukis.
Ia juga tak menutupi kondisi yang dialaminya. Seperti saat ditanya seputar masa kecilnya. Aliya menjawab kalau dirinya merasa kesepian, karena orangtuanya sangat sibuk. Sang ibu, Raisa setelah foto tersebut muncul, menghubunginya.
Aliya pun mengerti dan berusaha berkompromi dengan orangtuanya yang sangat berpengaruh di negaranya. " Ibuku menerima banyak pesan dari 'temannya' tentangku. Sekarang aku jadi ibu dan merasaknnya, aku tahu apa yang ibu ku lalu saat membesarkanku," ujarnya.
Sumber: BBC
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
