Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Ilustrasi (Foto: Allaboutbirds.net)
Dream - Ada keistimewaan di Festival Pesona Danau Limboto yang digelar di Kabupaten Gorontalo 21-25 September 2017 nanti. Pengunjung akan menyaksikan ribuan burung karena berbarengan dengan musim migrasi burung.
Kedatangan burung migran ini sudah terlihat pada pertengahan Agustus lalu. Puncaknya masih bisa disaksikan hingga minggu terakhir bulan September. Sejumlah Trinil Semal, Trinil Kaki Hijau, Kedidi Leher Merah, Gagang Bayam Timur, dan lainnya sudah mulai terpantau pengamat burung di kawasan ini.
" Kemeriahan festival ini difokuskan di kawasan Pentadio Resort di sisi Danau Limboto. Kami mengenalkan burung migran sebagai fokus Festival Pesona Danau Limboto ini. Keanekaragaman hayati Gorontalo berlimpah dan harus beriringan dengan pengembangan kepariwisataan tanpa harus merusak lingkungan," kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis 14 September 2017.
Burung-burung ini datang dari belahan bumi utara. Keberadaan burung tersebut bisa disaksikan di persawahan, pantai, danau, atau tempat lain yang tidak terhalang. Burung-burung ini berkelompok kecil hingga ribuan ekor. Mereka sibuk mencari makan dan beristirahat.
" Burung terlihat datang duluan adalah Gagang Bayam, jumlahnya mencapai lebih dari 40 ekor dalam satu kelompok. Suaranya khas riuh di pinggir Danau Limboto," ujar Haris Tome.
Migrasi burung ini merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun. Saat musim dingin di belahan bumi utara, berbagai jenis burung mengembara ke arah selatan bumi termasuk Indonesia untuk mempertahankan hidupnya.
Selain itu, Kabupaten Gorontalo saat ini juga sedang mengenalkan kembali kawasan Pentadio Resort untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) sambil menikmati keindahan Danau Limboto.
" Di Danau Limboto wisatawan bisa menikmati bersampan dengan nelayan sambil melakukan pengamatan burung-burung air. Selama ini memang kebanyakan yang datang pakar lingkungan, pengamat burung, atau yang suka wisata alam," ungkap Haris Tome.
Tidak hanya itu, lanjut Haris Tome, di Danau Limboto, juga ada sumber mata air panas (geotermal), kolam renang dan kuliner berbagai daerah yang dapat dinikmati pengunjung.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut migrasi burung-burung itu adalah atraksi yang alamiah dan langka. Tidak banyak daerah yang bisa melihat pergerakan burung-burung dalam gerombolan besar itu. " Inilah yang harus dijaga dan dilestarikan ekosistemnya. Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan," kata Arief Yahya.
Arief juga memuji langkah pemerintah Gorontalo yang telah berupaya keras dalam mengembangkan aksesibilitas, atraksi dan amenities produk wisata di daerah mereka. Menpar juga mengungkapkan akan mendukung acara tahunan ini.
" Kemenpar akan dukung acara ini. Untuk Festival Danau Limboto saya salut sama Gorontalo yang berani menargetkan akan mendatangkan 1.859 wisman dan 35.000 wisnus," ungkap Menpar Arief Yahya.
Gorontalo memang dinilai cukup berani dengan menetapkan target tinggi yakni 3.874 wisatawan mancanegara dan 96.026 pergerakan wisatawan nusantara. Sehingga tiga daya tarik utama yang dimiliki Gorontalo yakni budaya, alam dan buatan menjadi potensi besar sebagai strategi pemasaran untuk mendatangkan kunjungan.
" Tapi memang harus optimis, dengan adanya target, kita akan semakin semangat mendatangkan wisman dan wisnus. Target nasional saja 15 juta wisman tahun ini, dan 20 juta wisman nanti 2019," ujar Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
