Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menparekraf Sandiaga Uno Saat Menjajal Trek Tour De Samosir
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan wisata olahraga atau sport tourism bakal menjadi tren ke depan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.
" Impian saya, Indonesia menjadi salah satu destinasi favorit untuk maraton bagi pecinta olahraga lagi," ujar Sandiaga.
Sport tourism, kata Sandiaga, dapat memberikan nilai lebih bagi pariwisata. Selain olahraga, genre ini dapat mendorong sektor pariwisata kembali bergeliat.
Dari pengalaman yang didapat Sandiaga mengikuti sejumlah ajang olahraga, maraton menjadi daya tarik wisata dan mengangkat citra negara maju. Jika diterapkan di Indonesia, dia yakin akan banyak peminat maraton datang.
Indonesia memiliki alam yang indah dan bisa dipamerkan kepada dunia luar. Ini menjadi peluang terbukanya lapangan kerja.
© Menparekraf Sandiaga Uno saat menjajal trek Tour de Samosir
Selanjutnya, Sandiaga mengungkapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan kini menjadi prioritas masyarakat dalam menjalani kehidupan.
" Lewat berolahraga, imun kita meningkat, daya tahan tubuh menjadi modal melawan Covid-19," kata dia.
Sandiaga mengikuti World Marathon Majors yang digelar Komunitas Jakarta Berlari dan didukung Run for Indonesia bersama Delimax&Treejee. Dalam gelaran tersebut, Sandiaga berkeliling kawasan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bersama tujuh pelari yang berhasil menyelesaikan WMM di 6 kegiatan lari bergengsi seperti Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York
Mereka adalah Ellianah Setiady, Hitan Ayu, Adrian Chaniago, Fitri Ardantya, Adhianarizta, Qing Song, dan Medias Oktaviani.
" Saya berlari bersama para 'finisher Six Star' WMM yang telah berkeliling dunia. Banyak cerita di balik perjuangan para 'finisher' WMM dari Indonesia ini," kata Sandiaga, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya