6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Kuku Anak (Foto: Babble)
Dream - Menggigit kuku jadi salah satu kebiasaan balita terlebih saat mereka sedang gugup. Kebiasaan seperti mengisap ibu jari, menggaruk hidung, memilin atau menarik rambut dan menggemeletukan gigi memang terjadi pada anak-anak.
Sejumlah kebiasaan tu sangat mungkin terus terjadi hingga dewasa jika tidak segera ditangani.
Balita yang biasa menggigit kuku bisa dipicu karena berbagai alasan. Mulai dari rasa ingin tahu, bosan, imitasi atau sudah menjadi kebiasaan. Balita juga biasanya suka merespon perasaan cemas saat berada di lingkungan baru dengan cara menggigiti kukunya.
Sebenarnya menggigit kuku tak perlu dikhawatirkan jika si anak melakukannya sesekali, secara tidak sadar, atau ketika stres menghadapi situasi tertentu. Gigit kuku seolah jadi cara mudah seorang anak meredekan stres.
Tapi jika terlalu sering dilakukan anak, ada cara yang bisa dilakukan oleh para orangtua. Cara ini direkomendasikan oleh Dawn Huebner, Ph.D., ahli perilaku dan penulis buku What to Do When Bad Habits Take Hold.
Hal pertama adalah jika si anak mulai menggigit kuku segera alihkan perhatiannya. Bisa dengan permainan, tontonan atau aktivitas fisik lain. Lalu pada jari yang sering digigiti tempelkan plester bergambar lucu atau warna-warni.
" Biasanya fokus anak jadi lebih tertarik pada plester yang menempel dan bukan mengigiti kuku," kata Huebner.
Menawarkan camilan juga bisa jadi cara untuk mencegahnya menggigit kuku. Aktivitas fisik seperti jumping jacks atau yoga juga dianjurkan untuk meredakan level stres anak dan pengalih perhatian.
Pada beberapa kasus, kebiasaan gigit kuku parah biasanya jadi tanda gangguan kecemasan. Berkonsultasilah dengan psikolog anak jika kebiasaan menggigit kuku sudah melukai kukunya hingga luka parah, disertai emosi anak yang tak stabil atau sulit tidur.
(Sumber: Baby Center)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
