6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Sekolah Anak
Dream - Dalam hal memilih sekolah tentu orangtua ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Tapi perlu diketahui, jangan mengidentikkan sekolah mahal, pasti jadi sekolah yang terbaik bagi anak.
Jika saat ini sedang melakukan survei untuk playgroup (kelompok bermain) atau taman kanak-kanak (TK) untuk si kecil, ada beberapa hal yang harus jadi pertimbangan.
Ingat, biaya mahal bukan jaminan. Jadi harus benar-benar melakukan survei dan meminta detail pengajaran pada pihak sekolah. Beberapa sekolah playgroup dan TK kini banyak yang menawarkan trial atau kelas percobaan.
Jangan segan untuk mengajak si kecil melakukan trial, dengan begitu melihat bagaimana suasana pengajaran dalam kelas. Sistem penanaman nilai dan norma di sekolah juga harus diketahui orangtua. Misalnya pengajaran agama.
Pastikan sistem itu sesuai dengan yang diajarkan di rumah, agar anak tak mengalami kebingungan.
Jarak dari rumah ke sekolah juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai karena ingin memasukkan anak ke sekolah berkualitas, tapi si kecil kelelahan di jalan karena jaraknya terlalu jauh.
Untuk pengajaran, sangat penting bagi anak usia 3 hingga 5 tahun dirangsang imajinasinya dengan ragam permainan seru.
Usia pra-sekolah memang lebih banyak bermain dan belajar aktivitas sehari-hari sederhana yang melatih kemandirian anak. Misalnya merapikan sepatu atau ke toilet sendiri. Kreativitas pengajar memang dituntut semaksimal mungkin.
Untuk itu saat survei, perhatikan juga cara guru mengajar anak-anak. Guru yang baik adalah yang mampu membangun hubungan positif dengan anak didik dan memiliki banyak cara untuk membuat anak tertarik pada apa yang diajarkannya.
(Ism, Sumber: Today.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
