Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Konferensi Pers SOUQ 2016. (foto: Dream.co.id/ Ratih Wulan)
Dream - Di tengah maraknya pop up market yang digelar di kota-kota besar, untuk pertama kalinya Muslimarket.com ikut menggelar acara serupa. Dikemas dalam kegiatan SOUQ Jakarta 2016, berbagai produk busana muslim siap melayani kebutuhan kaum urban yang kian dinamis.
Selama empat hari ini, 23-26 Juni 2016, akan hadir 70 booth yang bergabung dan menyajikan beragam produk halal berkualitas. Selain itu, pengunjung yang datang juga bisa mengikuti community meetup dan talkshow mengenai religi, fesyen, bisnis, kesehatan, gaya hidup hingga masalah kecantikan.
Acara yang digelar di The Space, Senayan City ini juga akan dimeriahkan Risty Tagor dan sejumlah desainer busana muslim seperti Jenahara, Restu Anggraini dan Kami Idea. Tak ketinggalan pula ustaz Fatih Karim dan Wirda Mansur, serta kemeriahan keluarga besar Gen Halilintar.
"Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan anniversary kami yang pertama. Kami ingin memberikan wadah bagi beberapa komunitas muslim untuk berbagi dan saling menginspirasi," ungkap CEO Muslimarket, Riel Tasmaya saat pembukaan SOUQ Jakarta 2016, Kamis, 23 Juni 2016.
Lebih jauh Riel mengungkapkan bahwa acara offline semacam ini bertujuan untuk mengkurasi produk-produk berkualitas yang selanjutnya akan masuk ke Muslimarket. Sedangkan untuk acara SOUQ Jakarta menjadi event pembuka untuk roadshow di kota-kota selanjutnya.
"Event ini akan dilanjutkan dengan roadshow ke kota-kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyak desainer yang berevolusi dari anak-anak muda. Ini menjadi angkernya sebelum dirolling ke luar kota, karena banyak bakat di daerah yang harus kita tangkap," kata Riel.
Desainer Jenahara turut serta mendukung acara semacam ini. Baginya, muslim pop market dapat menjadi katalisator tren fesyen yang dapat menjadi keunggulan Indonesia di pasar global.
"Acara seperti harus sering diadakan, untuk memperkenalkan bahwa Indonesia punya satu keunggulan di muslim fashion untuk mengenalkan keunikan negara Indonesia," imbuh Jenahara.
Selain brand yang tergabung di Muslimarket, banyak pula rancangan desainer yang dapat ditemukan di bazar SOUQ 2006. Seperti misalnya Ria Miranda, Dewi Sandra, Temiko, House of Nabila dan masih banyak label apparel lainnya.
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
