4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Antrean Di Outlet Buble Tea Di Singapura (Foto: SCMP)
Dream – Penggemar bubble tea Singapura ini rela antri di toko-toko ataupun pesanan online. Padahal semua outlet penjualan minuman itu sudah dilarang buka selama lockdown dua pekan.
Namun lockdown diperpanjang hingga bulan Juni untuk memastikan virus corona benar-benar reda.
Sejumlah foto beredar di media sosial menunjukkan banyak pengantar membawa bubble tea Gongcha. Banyak juga orang mengantri di outlet bubble tea di mal-mal, bahkan sampai ada perkelahian dalam antrean tersebut.
Dilansir dari South China Morning Post, mesin pencari Google menunjukkan adanya lonjakan pencarian minuman bubble tea yang popular dengan bola tapioka kenyal itu. Beberapa pecinta minuman bubble tea juga banyak yang mengekspresikan kekecewaannya di media sosial Facebook atas peraturan pemerintah yang melarang pertemuan sosial dan makan di restoran sejak 7 April lalu.
“ Bubble tea telah mendukung emosional saya selama lockdown.”
Hallo polis? Got people fighting over bubble tea at waterway point#Singapore #BBT #FightoverBoba #ExtendedCircuitBreaker #DunBeCB #CB #BubbleTea #Punggol pic.twitter.com/5vvAQenWa0
— All Singapore Stuff (@allsgstuff)April 21, 2020
© foto twitter @allsgstuff
Pembatasan terbaru adalah untuk outlet F&B yang menjual minuman, makanan ringan dalam kemasan, permen atau makanan penutup dan mulai berlaku sejak Selasa kemarin.
Mereka yang berlokasi di pusat jajanan, kedai kopi, dan food court dapat melanjutkan operasinya. Pembatasan ini dapat diperpanjang hingga 1 Juni mendatang, tergantung jumlah kasus infeksi virus corona COVID-19 di Singapura.
Singapura melaporkan 9.125 kasus infeksi COVID-19. Kasus itu kebanyakan menimpa buruh migran yang tinggal di asrama besar. Sementara kasus-kasus di masyarakat Singapura sendiri tergolong stabil. Pihak berwenang mengatakan mereka terganggu oleh peningkatan kasus yang tidak dapat dijelaskan bagaimana seseorang pasien itu bisa terinfeksi.
Close down bubble tea, cause so much tension #asianproblems #Singapore #Boba #GrabFood pic.twitter.com/RS4dOsEj4I
— All Singapore Stuff (@allsgstuff)April 22, 2020
© foto twitter @allsgstuff
Sebagian besar outlet F&B akan tetap buka namun hanya melayani pesanan online dan pengiriman. Sementara salon rambut dan tukang cukur terpaksa harus ditutup.
Sedangkan toko kebutuhan hewan peliharaan dan laundry harus tutup, namun boleh melayani secara online.
Menteri Pembangunan Nasional, Lawrence Wong, mengatakan langkah ini adalah bagian dari usaha pencegahan pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19.
Pemerintah Singapuran juga mengumumkan aturan baru untuk berbelanja di supermarket dan pasar besar. Pengecekan suhu akan dilakukan di semua supermarket dan mall.
Pembeli yang memasuki supermarket harus menyediakan informasi pribadi.
Masuk ke pasar tradisional akan dibatasi beberapa pelanggan saja yang diperbolehkan masuk untuk berbelanja.
Sahabat Dream yang mungkin juga menginginkan bubble tea, lebih baik menunggu wabah COVID-19 ini reda ya. Nanti kamu bakal bisa pergi ke Singapura dan mengobati rasa penasaranmu terhadap minuman yang bikin heboh ini.
Extended CB, everyone panic buy Bubble Tea. Cannot wait another 6 weeks to drink meh?#Singapore #BBT #Boba #ExtendedCircuitBreaker #CB #BubbleTea #DunBeCB pic.twitter.com/7Qu3Y7KkAk
— All Singapore Stuff (@allsgstuff)April 21, 2020
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
