Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Wabah virus corona membawa pengaruh signifikan terhadap industri, terutama bidang penerbangan. Sejumlah maskapai sampai menurunkan harga tiket sangat drastis akibat sangat sedikit orang yang ingin terbang.
Di tengah banyaknya orang membatalkan perjalanan karena takut terpapar virus corona, ada sebagian orang memanfaatkan momen tersebut. Tanpa peduli dampak virus corona, mereka pun membeli tiket pesawat yang dibanderol sangat murah.
Seperti yang dilakukan Ashley Henkel yang tinggal di Central Valley, California, Amerika Serikat. Dia membeli tiket penerbangan menuju Vancouver, New York City dan Portland, Oregon untuk liburan musim panas.
Henkel mengaku tidak peduli apa yang bakal dia alami nanti. Dia berpandangan, banyak orang punya pikiran sama untuk membeli tiket pesawat di saat harganya sangat murah.

" Ini perjalanan dengan risiko tinggi, tapi sepadan. Saya pikir, wabah corona akan kian serius dan mungkin menelan banyak korban jiwa. mengingat kondisi ini, lebih baik saya ada di sebuah tempat untuk bersenang-senang," kata Henkel, dikutip dari NBC News.
Sejumlah perusahaan multinasional seperti Google dan Walmart telah melarang orang melakukan perjalanan tidak penting guna mengantisipasi infeksi Covid-19. Imbauan tersebut cukup efektif dan banyak orang membatalkan rencana penerbangan mereka.
Secara global, industri transportasi udara diprediksi mengalami kerugian mencapai US$63-113 miliar, setara Rp912 triliun-Rp1,6 kuadriliun.

Bagi Capri Nicole, diskon tiket pesawat bermakna lebih dalam dari sekadar bepergian. Dengan diskon tersebut, dia jadi punya kesempatan untuk menjenguk neneknya yang sedang terserang kanker.
Pekan depan Nicole terbang ke Atlanta dari Connecticut. Dia mendapatkan tiket cukup murah seharg US$200, setara Rp2,9 juta.
Dalam pandangan Nicole, dia bisa mati kapan saja karena sebab apapun. Bahkan oleh wabah yang tidak ada hubungannya dengan Covid-19.
" Bisa saya mati, saya mati saja. Saya hanya merindukan keluarga saya," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya