Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pameran Seni (Foto: TeamLab)
Dream – Kolektif seni digital teamLab telah meluncurkan pameran baru di Taman Kairakuen, Jepang. Taman ini telah diubah menjadi pameran seni ruang terbuka kaleidoskopik yang psikedelik.
Pameran interaktif ini menampilkan 3 ribu pohon plum blossom yang semuanya diubah menjadi karya seni hidup. Memberikan sentuhan baru bagi para penikmatnya.
Pameran ini akan berlangsung sejak 13 Februari hingga 21 Maret 2021. Pameran ini merupakan bagian dari Digitalized Nature Project teamLab. Hal ini bersamaan dengan Festival Mitu Ume yang telah berlangsung selam 120 tahun.
© Pameran Seni (Foto: teamLab)
Konsep dari proyek tersebut adalah teknologi digital non-material dapat mengubah alam menjadi seni tanpa merusaknya. Melihat proyeksi digital di antara pepohonan akan menjadi pengalaman yang menakjubkan.
Semuanya akan berubah dan bergerak setiap kali pengunjung berdatangan. Tak lupa, protokol kesehatan pun tetap disiapkan oleh bagian keamanan.
“ Manusia tidak bisa mengenali waktu lebih lama dari rentang hidup mereka sendiri. Dengan kata lain, ada batasan dalam pemahaman kita tentang kesinambungan waktu. Bentuk alam telah diciptakan selama bertahun-tahun dan telah dibentuk oleh interaksi antara manusia dan alam. Durasi waktu yang lama ini dapat kita rasakan dalam bentuk-bentuk alam ini sendiri. Dengan menggunakan bentuk-bentuk itu, kami yakin kami bisa menjelajahi batas dalam persepsi kami tentang kontinuitas waktu, ”kata perwakilan teamLab.
© Pameran Seni (Foto: teamLab)
Taman Kairakuen dibuat pada akhir Zaman Edo (1842) sebagai taman yang berpusat di sekitar kolam. Taman ini juga ditetapkan sebagai tempat khusus untuk pemandangan indah.
Taman ini dianggap sebagai salah satu dari Tiga Taman Besar Jepang, bersama Taman Kenrokuen di Kanazawa dan Taman Korakuen di Okayama.
Ini adalah rumah bagi sekitar 100 varietas dari 3.000 pohon plum dan terkenal dengan bunga premnya, yang mekar dalam waktu yang lebih lama berkat koleksi varietas yang beragam.
(Beq, Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya