Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Rumah Nyaman (Foto: Shutterstock)
Dream - Paparan polusi dari banyak sumber seperti asap knalpot kendaraan bermotor, pabrik, bekas pembakaran, tentunya sangat menganggu kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih sangat lemah.
Jangan biarkan asap polusi memenuhi rumah. Masalah pernapasan bisa saja muncul akibat kualitas udara yang buruk. Biasanya diawal batuk, pilek, hingga sesak napas.
Penting bagi Sahabat Dream melakukan perlindungan maksimal di rumah untuk mengurangi paparan polusi.
Tak perlu bingung. Lakukan saja langkah-langkah mudah berikut. Demi rumah sehat, segar, dan tak dipenuhi polusi.
© shutterstock.com
Sebanyak 60% kualitas udara dalam ruangan menjadi buruk karena kualitas ventilasi yang rendah. Ventilasi yang tepat akan menjaga udara terhindar dari polusi. Memasang pemurni udara (air purifier) juga bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga udara tetap bersih.
© shutterstock.com
Salah satu penyebab utama meningkatnya polusi udara di dalam ruangan adalah merokok. Penumpukan asap dan kandungan beracunnya dapat menaikkan tingkat polusi udara dari kualitas udara dalam ruangan.
© shutterstock.com
Menaruh tanaman di dalam ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas udara. Tanaman dalam ruangan dapat membuang gas-gas beracun yang dihasilkan oleh berbagai elemen lainnya.
Selain itu, memiliki tanaman di dalam rumah bisa mengurangi risiko mata iritasi dan menurunkan kadar stres. Manfaatnya juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi sekaligus mencegah batuk dan hidung tersumbat.
© shutterstock.com
Bila tidak terlalu diperlukan, karpet sebaiknya tak digunakan di dalam rumah. Partikel debu yang terperangkap dalam karpet bisa memicu gangguan pada paru-paru, seperti asma dan batuk yang tak kunjung sembuh. Jika menggunakan karpet di dalam rumah, pastikan selalu dibersihkan dan dicuci secara rutin.
© shutterstock.com
Exhaust fan adalah sebuah alat yang fungsinya mempercepat sirkulasi udara di dalam rumah. Udara yang lembab di dapur dan kamar mandi memicu munculnya jamur.
Jamur ini bisa membawa partikel-partikel kecil yang dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit seperti pilek, batuk, dan infeksi jamur. Pemasangan exhaust fan di dapur dan kamar mandi bisa menajaga kualitas udara yang terhindar dari polusi.
Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
