Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Anak Tidur Dengan Pulas (Foto: Shutterstock)
Dream - Pagi hari, terutama hari Senin seringkali terjadi 'kerusuhan' di rumah. Anak-anak sangat sulit dibangunkan sementara hari sudah semakin siang. Ibu maupun ayah pun mulai membangunkan dengan suara bervolume tinggi karena jam weker tak lagi mempan.
Memaksanya bangun dengan perintah dan ancaman rupanya harus dihindari. Pasalnya, cara seorang anak untuk bangun setiap pagi sebelum sekolah akan sangat mempengaruhi kemauan mereka dalam menjalani hari dengan sikap positif. Hal ini juga berdampak pada cara mereka belajar dan berkembang.
" Saya selalu memberi tahu orangtua untuk bangun 20 menit lebih awal. Untuk memastikan bahwa Anda siap memberikan dukungan apa pun yang dibutuhkan anak. Stabilkan dulu mood setelah bangun dengan minum air putih, menghirup udara segar atau mungkin secangkir kopi, baru kemudian bangunkan anak-anak," kata Dr. Roseanne Lesack, direktur klinik psikologi anak di Nova Southeastern University.
Menurut Lesack, alarm atau jam weker terbaik bagi anak-anak adalah orangtuanya dengan kondisi mood yang stabil. Mungkin hal ini akan sangat sulit dilakukan jika ibu mengalami kelelahan atau tidur terlalu larut.
Tapi penting digarisbawahi, ritual menenangkan diri setelah bangun tidur sangat penting bagi kesehatan psikologis dan kestabilan mood. Setalah itu ketahui kebiasaan dan hal yang disukai anak dan usahakan untuk selalu mematuhi jadwal harian yang telah dibuat.
" Telat datang ke sekolah jangan sampai dijadikan kebiasaan. Anak terburu-buru biasanya tak langsung siap menerima pelajaran. Untuk itu bangunkan anak dengan proses, misalnya buka jendela, biarkan matahari dan angin masuk ke kamar, putar musik favorinya atau bisa juga hujani pipinya dengan ciuman," kata Lesack.